Tarif Masuk Benteng Keraton Disorot, Fasilitas Diminta Dibenahi


Baubau,madingsultra.com — Pemuda Kelurahan Melai, Arlan, menyoroti tarif masuk Objek Wisata Benteng Keraton yang dikeluhkan mahal oleh pengunjung. Pasalnya, harga karcis di kawasan wisata tersebut berkisar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
Pria yang akrab disapa Allan itu menilai keluhan soal tarif masuk harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Dinas Pariwisata Kota Baubau bersama pengelola destinasi wisata Benteng Keraton.
“Biaya tarif wisata yang dikeluhkan mahal oleh banyak kalangan, harus jadi bahan evaluasi dinas parawisata dalam mengelola wisata ke depannya,” jelas Allan, Salasa (28/4/2026)
Ia menyebut penetapan tarif retribusi wisata harus melibatkan seluruh stakeholder agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Sebab, mahal atau murahnya tiket masuk memang relatif, namun pelayanan, fasilitas, keamanan, dan kenyamanan wisatawan tetap harus menjadi prioritas utama.
Allan menekankan, tarif yang lebih tinggi tidak menjadi persoalan selama sebanding dengan kondisi fasilitas yang tersedia. Sebaliknya, jika harga mahal namun fasilitas terbengkalai, hal itu justru dapat merugikan citra objek wisata dan berpotensi menurunkan jumlah pengunjung.
“Tidak jadi masalah agak mahal, asal fasilitas wisata maksimal. Tetapi apabila itu bertolak belakang dengan fasilitas pendukung yang ada, itu juga tidak dibenarkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi Benteng Keraton yang dinilai belum terurus maksimal. Bahkan, kawasan tersebut sempat viral akibat temuan alat kontrasepsi yang berulang kali ditemukan di area wisata, sehingga semakin memperkuat kritik terhadap pengelolaan destinasi tersebut.
Meski demikian, Allan mengakui sektor pariwisata merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang penting bagi Kota Baubau. Karena itu, pendapatan dari tiket masuk seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, termasuk peningkatan fasilitas, operasional, keamanan, dan kebersihan kawasan wisata.
“Allan mendorong para pihak, termasuk pengelola dan Pemkot, untuk duduk bersama menyikapi masukan dari berbagai pihak,” katanya.
Ke depan, ia meminta Dinas Pariwisata mengkaji ulang tarif dan sistem retribusi di Benteng Keraton agar pengelolaan objek wisata tersebut dapat berjalan lebih profesional dan maksimal.
Kendati demikian, dalam waktu dekat tidak ada pembenahan signifikan terhadap fasilitas Benteng Keraton, dirinya akan meminta Wali Kota Baubau mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pariwisata.
“Harapannya, objek wisata dapat dikelola secara profesional oleh pariwisata kota Baubau akan maju ke depanya,” pungkasnya.
Laporan: Alyakin
