Genjot Produksi Pertanian, Distan Baubau Akan Salurkan Bantuan Benih dan Pupuk


Baubau, madingsultra.com — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Baubau akan menyalurkan bantuan benih dan pupuk kepada petani guna meningkatkan produktivitas pertanian di sektor ketahanan pangan dan hortikultura.
Kepala Distan Kota Baubau, Ibnu Wahid, ST., MM, mengatakan penyaluran bantuan benih dan pupuk diprioritaskan pada sektor ketahanan pangan dan hortikultura.
“Untuk ketahanan pangan, kami akan menjalankan program demplot tanaman pangan, khususnya padi. Luasnya kurang lebih empat hektare, menggunakan benih unggul berlabel ungu yang disertai dengan pupuk,” kata Kepala Distan Baubau Ibnu Wahid ketika di konfirmasi madingsultra.com di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, demplot padi direncanakan berlokasi di area pertanian di Kelurahan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Program ini diawali dengan rapat koordinasi bersama petani untuk menyerap masukan sekaligus menyepakati jenis benih unggul yang akan digunakan
“Penangkarannya kami serahkan kepada masyarakat. Jadi petani sendiri yang mengelola lahan demplot ini. Harapannya, benih yang ditanam dapat menghasilkan varietas unggulan,” jelasnya.
Ibnu menambahkan, saat ini produktivitas padi di Baubau rata-rata mencapai lima ton per hektare. Dengan penggunaan benih unggul, diharapkan produksi meningkat menjadi enam hingga tujuh ton per hektare.
Selain itu, Distan Kota Baubau menargetkan peningkatan masa tanam dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun guna mendukung target Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi beras nasional.
“Jika bisa tiga kali tanam, maka otomatis produktivitas dan hasil panen juga akan meningkat,” katanya.
Sementara itu, program kedua difokuskan pada sektor hortikultura, seperti sayuran dan tanaman buah. Distan akan menyalurkan bantuan benih lengkap dengan sarana dan prasarana, termasuk pupuk, sehingga petani hanya perlu melakukan penanaman.
“Bantuan ini akan disebar di Kecamatan Lea-Lea, Bungi, dan Betoambari. Total luas lahan yang disiapkan sekitar tujuh hektare, dengan petani dan lokasi yang sudah siap,” ungkapnya.
Jenis benih yang akan disalurkan antara lain buncis, bawang merah, cabai (lombok), tomat, kangkung, dan beberapa jenis sayuran lainnya yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
Menurutnya, program hortikultura ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hortikultura ini relatif cepat panen, sekitar dua sampai tiga bulan sudah bisa dipanen. Jadi ini bisa membantu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menopang kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa proses penyaluran bantuan telah melalui mekanisme yang tepat, termasuk pertemuan rutin dengan masyarakat agar bantuan tepat sasaran.
Rencananya, bantuan untuk sektor hortikultura akan mulai disalurkan pada akhir Mei, sementara sektor ketahanan pangan menyusul pada Juni 2026. Distan juga akan melakukan monitoring dan evaluasi hingga tanaman tumbuh dan menghasilkan.
Meski demikian, Ia mengakui kebutuhan pangan Kota Baubau saat ini masih banyak dipasok dari luar daerah. Namun, melalui program ini diharapkan kontribusi produksi lokal dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
“Memang kita belum bisa memenuhi 100 persen kebutuhan, saat ini mungkin baru sekitar 30 persen. Tapi paling tidak, kita sudah mulai berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” pungkasnya.
laporan: Alyakin
