Pemkot Baubau Uji Coba Irigasi Air Tanah, Antisipasi Kemarau Panjang

0
Pemkot Baubau Uji Coba Irigasi Air Tanah, Antisipasi Kemarau Panjang
👁️ 11 dibaca
Kepala Distan Baubau, Ibnu Wahid, ST., MM (Foto; Alyakin)

Baubau, madingsultra.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau di bawah kepemimpinan Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, mulai menunjukkan langkah nyata dalam mendukung petani menghadapi ancaman kemarau panjang. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan), uji coba jaringan irigasi air tanah telah dilakukan di dua lokasi sebagai upaya awal menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi krisis air.

Kepala Distan Baubau, Ibnu Wahid, ST., MM, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.

“Alhamdulillah, kami sudah melakukan uji coba di dua areal. Ini menjadi langkah awal untuk memitigasi dampak kemarau panjang akibat El Nino,” ungkap Kepala Distan Baubau, Ibnu Wahid ketika di temui madingsultra.com di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Distan Baubau menerima bantuan jaringan irigasi air tanah dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai anggaran sekitar Rp1 miliar, bahkan telah diuji coba di dua lokasi, yakni di Kelurahan Kampenaho dan Kaisabu Baru.

Ia menjelaskan, satu sumber air dari jaringan tersebut mampu mengairi hingga 10 hektare lahan pertanian. Sistemnya, air dialirkan melalui pipa berukuran enam inci ke delapan titik pembagi (box), kemudian didistribusikan ke lahan pertanian warga.

Dalam waktu dekat, kata dia, jaringan irigasi tersebut akan segera diserahterimakan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dikelola dan dijaga oleh masyarakat setempat.

“Ini nantinya akan dimanfaatkan dan dijaga langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Distan Baubau juga tengah menyiapkan program pendukung lainnya, seperti pembangunan dam parit (damparit) skala kecil untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian. Saat ini, dua unit damparit masih dalam tahap perencanaan dan ditargetkan segera direalisasikan.

Tak hanya itu, bantuan irigasi perpompaan (Irpon) telah disetujui Kementerian Pertanian. Program ini menggunakan sumur bor dengan mesin diesel dan direncanakan tersebar di tiga lokasi, di antaranya Kaisabu Baru, Waliabuku, dan Ngkari-ngkari.

Di sisi lain, penguatan jaringan irigasi tersier juga terus diupayakan. Pemkot Baubau telah mengusulkan anggaran sekitar Rp15 miliar ke Kementerian Pertanian untuk pembangunan jaringan tersier yang akan masuk langsung ke area persawahan, termasuk rencana betonisasi saluran agar lebih efektif dan tertata.

Ibnu Wahid menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan minat petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.

“Kalau ini berjalan baik, tentu akan meningkatkan minat petani serta menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lahan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, seluruh upaya tersebut telah dilaporkan kepada Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim SE. Capaian ini merupakan hasil kerja keras Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau dalam memperjuangkan berbagai program pertanian demi mendukung ketahanan pangan daerah.

Laporan: Alyakin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *