Pemkot Baubau Matangkan Persiapan HUT RI, Keamanan Jadi Prioritas


Baubau,madingsultra.com ā Ketertiban dan keamanan menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau dalam pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan pada rapat pemantapan HUT RI tingkat Kota Baubau yang digelar di Aula Palagimata, Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (5/8/2026).
Pemerintah juga memperketat aturan bagi peserta Lomba Gerak Jalan Indah (GJI) sekaligus mematangkan seluruh rangkaian kegiatan guna memastikan seluruh agenda peringatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut menjadi pedoman pelaksanaan berbagai kegiatan sekaligus mencerminkan semangat pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bangsa melalui kerja nyata.
Rapat pemantapan itu dihadiri Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekretaris Daerah La Ode Darussalam, Asisten I Setda Kota Baubau La Ode Aswad selaku pemandu rapat, unsur TNI-Polri, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta seluruh kepala seksi kegiatan yang tergabung dalam kepanitiaan HUT RI tingkat Kota Baubau.
Asisten I Setda Kota Baubau La Ode Aswad mengatakan, rapat pemantapan bertujuan memastikan seluruh agenda selama Bulan Kemerdekaan telah dipersiapkan secara matang sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, aman, dan kondusif.
“Tadi sudah dibahas, Lomba Gerak Jalan Indah tahun ini insyaallah dilaksanakan pada 11, 12, dan 13 Agustus. Start masih sama seperti tahun lalu, dari Madrasah Aliyah dan finis di Rumah Jabatan Wali Kota,” kata La Ode Aswad.
Ia mengatakan, rangkaian kegiatan HUT RI tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus, Lomba Gerak Jalan Indah tetap menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat.
Hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya juga menjadi perhatian panitia, terutama terkait kesehatan peserta, ketertiban selama perlombaan, serta kepatuhan seluruh peserta terhadap ketentuan yang telah ditetapkan.
Selain upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, Pemerintah Kota Baubau juga akan menggelar ramah tamah dan hiburan rakyat yang dipusatkan di kawasan Pantai Kamali pada 17 Agustus 2026.
Dalam rapat tersebut, pembahasan mengenai keikutsertaan Karang Taruna pada Lomba Gerak Jalan Indah menjadi salah satu agenda penting. Pemerintah Kota Baubau tetap membuka ruang partisipasi bagi seluruh masyarakat melalui Karang Taruna dengan tetap mengikuti kaidah dan norma yang telah ditetapkan panitia.
“Kita beri ruang kepada Karang Taruna untuk ikut lomba satu barisan putra dan satu barisan putri, tetapi harus dengan barisan yang rapi. Kalau ada yel-yel juga tidak boleh melanggar asas kesopanan, kepatutan, serta tidak boleh menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” tegas La Ode Aswad.
Ia menambahkan, semangat kemerdekaan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
“Semangat kemerdekaan yang diwariskan para tokoh dan pahlawan bangsa harus terus membara setiap tahun. Karena itu kami mengajak adik-adik Karang Taruna yang ingin berpartisipasi agar mengikuti seluruh aturan sehingga tidak mencederai semangat kemerdekaan maupun mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Terkait pengamanan, La Ode Aswad memastikan unsur TNI dan Polri akan memaksimalkan pengamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah tadi hadir dari TNI dan Polri. Insyaallah pengamanan akan dimaksimalkan. Kita juga mengevaluasi pelaksanaan tahun lalu. Peserta yang taat tentu kita apresiasi, sedangkan yang melanggar aturan akan ditindak sesuai ketentuan,” ujarnya.
Panitia juga menyepakati penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih tegas terhadap peserta yang melanggar aturan. Peserta yang telah diberikan peringatan tetapi tetap tidak mengindahkan ketentuan akan langsung dibubarkan di lapangan demi menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.
“Kami mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kegembiraan, namun tetap menjaga ketertiban agar peringatan HUT RI berlangsung aman dan kondusif,” imbuhnya.
Selain membahas rangkaian HUT RI, rapat juga menyepakati perubahan jadwal Apel Besar Hari Pramuka. Jika pada tahun-tahun sebelumnya digelar setiap 14 Agustus, tahun ini apel dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Samparona.
Perubahan jadwal tersebut dilakukan karena seluruh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) di Indonesia dijadwalkan menghadiri undangan di Istana Negara sekaligus mengikuti pembukaan Perkemahan Jambore Nasional di Cibubur pada 14 Agustus.
Panitia juga mengevaluasi pelaksanaan pawai obor (TAPTU). Berdasarkan hasil pembahasan, rute pawai tahun ini akan mengalami penyesuaian.
Rencananya, peserta akan memulai perjalanan dari belakang Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, kemudian melintasi Kilometer 1, Lapangan Tembak, Jalan Bataraguru, kawasan Toko Ma’ruf Lama hingga Simpang Masjid di Jalan Kartini. Sejumlah alternatif lintasan masih akan dimatangkan sebelum ditetapkan secara final.
Menurutnya, perubahan rute tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya sekaligus mempertimbangkan aspek keselamatan peserta.
“Mengingat saat ini memasuki musim kemarau, kami mengimbau seluruh peserta TAPTU agar berhati-hati dalam membawa obor dan tidak menggunakannya untuk hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan maupun memicu gangguan keamanan,” pungkasnya.
Laporan: Alyakin
