DAU Kesehatan Belum Cair, Gaji Dokter PTT Baubau Dibayar Lewat Kebijakan Sekda


Baubau, madingsultra.com — Polemik tunggakan gaji 31 dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Baubau akhirnya menemukan titik terang setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menggelar rapat. Pembayaran gaji dilakukan melalui kebijakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau karena Dana Alokasi Umum (DAU) kesehatan dari pemerintah pusat belum ditransfer.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Baubau, Marfiah Tahara SKM, mengatakan rapat koordinasi bersama TAPD telah menghasilkan solusi pembayaran gaji dokter yang tertunggak selama empat bulan.
“Kemarin (Senin-Red) sudah ada solusinya. Hasil pertemuan, gaji dokter akan dibayarkan hari ini (Selasa-Red). Itu kebijakan Sekda Baubau,” kata Marfiah saat dikonfirmasi madingsultra.com di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).
Kata dia, proses administrasi pencairan kini telah rampung dan pembayaran tinggal menunggu proses transfer ke rekening masing-masing dokter.
“Tadi sudah diajukan, sudah ada SP2D, tinggal pemindah bukuan di bank dan masuk ke rekening masing-masing,” ujarnya.
Keterlambatan pembayaran terjadi karena anggaran gaji dokter PTT bersumber dari DAU kesehatan yang belum ditransfer pemerintah pusat ke daerah. Penyaluran dana tersebut biasanya dilakukan setiap triwulan.
“Tahun 2025, dokter penugasan khusus juga menerima gaji pada bulan April karena DAU kesehatan baru disalurkan pada triwulan II,” katanya.
Ia menambahkan, sejak awal perekrutan para dokter telah diberi pemahaman bahwa pembayaran gaji tidak dilakukan pada Januari dan biasanya baru cair paling cepat Maret atau April. Sebagian dokter yang telah lama bertugas di Baubau juga sudah memahami pola pembayaran tersebut.
“Setelah perkenalan pertama dan dinyatakan lulus, sudah disampaikan bahwa gaji atau insentif itu bukan Januari, paling cepat bulan tiga atau bulan empat,” ucapnya.
Meski begitu, pembayaran kali ini dipastikan bukan menggunakan DAU kesehatan karena dana transfer pusat belum tersedia. Pembayaran dilakukan melalui kebijakan Ketua TAPD sekaligus Sekda Baubau.
Dengan jumlah 31 dokter PTT dan gaji sekitar Rp6 juta per bulan, Dinkes tetap mengupayakan pembayaran hak para tenaga medis tersebut.
“Kami memahami perasaan mereka dan tetap mengusahakan pembayaran gaji dokter,” katanya.
Disamping itu, pihaknya membantah pembayaran dilakukan akibat isu mogok kerja dokter PTT sebab Sejak 1 Mei, para dokter bersama pihak Dinkes telah menggelar dialog bersama untuk membahas persoalan keterlambatan pembayaran.
“Para dokter setuju menunggu dulu dana transferan, dan kami tetap komunikasi dengan BPKAD. Setiap hari saya telepon menanyakan apakah dana sudah masuk atau belum,” ujarnya.
Selasa 19 Mei, para dokter telah menandatangani administrasi pencairan di kantor Dinkes Baubau sebelum pembayaran dilakukan.
“Buktinya para dokter sudah datang tanda tangan, karena selesai dulu SPJ baru dibayarkan,” katanya.
Di tengah keterlambatan pembayaran, pelayanan kesehatan di puskesmas dipastikan tetap berjalan normal karena masih ditopang dokter PNS.
“Pelayanan tidak terganggu karena bukan hanya satu dokter, masih ada dokter PNS,” ujarnya.
Berdasarkan laporan realisasi anggaran, pembayaran gaji dokter pada 2024 dan 2025 juga dilakukan sekitar April karena penyaluran DAU kesehatan dilakukan per triwulan. Namun pada 2026, transfer dana dari pemerintah pusat mengalami keterlambatan.
Laporan: Alyakin
