36 Tahun Tak Diaspal, Warga Pongkowulu Keluhkan Jalan Berlumpur

0
36 Tahun Tak Diaspal, Warga Pongkowulu Keluhkan Jalan Berlumpur
👁️ 9 dibaca
36 Tahun Tak Diaspal, Warga Pongkowulu Keluhkan Jalan Berlumpur.

Butur,madingsultra.com — Janji pembangunan jalan kembali dipertanyakan warga Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara. Selama puluhan tahun, masyarakat di desa tersebut terpaksa bertahan dengan kondisi jalan rusak, berlubang, dan berlumpur tanpa kepastian pengaspalan dari pemerintah.

Ruas jalan provinsi sepanjang kurang lebih satu kilometer itu belum pernah tersentuh aspal sejak dibangun sekitar tahun 1990.

Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat yang menghubungkan wilayah Buton Utara menuju Baubau dan kawasan Buton lainnya.

Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan kendaraan melintas. Sementara ketika kemarau, debu beterbangan hingga mengganggu aktivitas warga.

Kondisi itu sudah berlangsung sejak wilayah tersebut masih berada di bawah Kabupaten Muna hingga menjadi bagian dari Kabupaten Buton Utara pada 2007.

Bagi warga Pongkowulu, mayoritas petani, jalan tersebut bukan sekadar fasilitas umum, melainkan urat nadi ekonomi desa. Seluruh aktivitas pengangkutan hasil pertanian hingga distribusi kebutuhan kios warga bergantung pada akses jalan itu.

“Setiap tahun ada kabar mau diaspal. Dibilang akhir tahun, bergeser lagi awal tahun. Begitu terus,” keluh Iswan, warga Desa Pongkowulu, Minggu, 17 Mei 2026.

Warga mengaku kecewa karena pengukuran jalan untuk rencana pengaspalan sudah berulang kali dilakukan, termasuk pada 2024 dan April 2026. Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda pengerjaan dimulai.

Kondisi tersebut memunculkan rasa dianaktirikan di tengah masyarakat. Di saat berbagai daerah menikmati pembangunan infrastruktur dan jalan mulus, warga Pongkowulu justru masih harus berjibaku menghindari lubang setiap hari.

Bagi masyarakat setempat, permintaan mereka sederhana, yakni jalan aspal yang layak setelah puluhan tahun menunggu. Sebab bagi warga Pongkowulu, pembangunan jalan bukan lagi sekadar proyek infrastruktur, melainkan soal keadilan yang dinilai terlalu lama tertunda.

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *