Bandara Betoambari, Harapan Baru Pertumbuhan Ekonomi Kepton

Catatan Redaksi

BAUBAU – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di wilayah Kepulauan Buton (Kepton), Bandara Betoambari memiliki peran strategis sebagai gerbang konektivitas yang menghubungkan kawasan ini dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Keberadaan bandara yang memadai bukan hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat arus perdagangan, investasi, pariwisata, serta distribusi barang dan jasa. Karena itu, pengembangan Bandara Betoambari menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung kemajuan daerah.
Perubahan yang terjadi di Bandara Betoambari dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang positif. Infrastruktur pendukung terus mengalami peningkatan guna menjawab kebutuhan transportasi udara yang semakin berkembang.
Salah satu perubahan yang terlihat adalah perluasan area parkir. Jika pada 2025 luas area parkir sekitar 2.000 meter persegi, maka pada 2026 telah meningkat menjadi kurang lebih 5.000 meter persegi. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan bagi pengguna bandara.
Tidak hanya itu, sektor pelayanan penumpang juga diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan. Ruang tunggu keberangkatan yang saat ini memiliki luas sekitar 1.440 meter persegi dengan kapasitas 200 orang direncanakan berkembang menjadi 5.000 meter persegi pada 2027.
Pengembangan tersebut menunjukkan adanya keseriusan dalam mempersiapkan Bandara Betoambari menghadapi kebutuhan transportasi udara di masa mendatang. Semakin baik fasilitas yang tersedia, semakin besar pula peluang peningkatan aktivitas ekonomi yang dapat ditopang oleh sektor transportasi.
Namun demikian, pengembangan bandara belum sepenuhnya selesai. Salah satu pekerjaan besar yang masih perlu mendapat perhatian adalah peningkatan kapasitas landasan pacu atau runway.
Saat ini, runway Bandara Betoambari memiliki dimensi 30 meter x 2.010 meter. Sementara itu, target yang diharapkan adalah panjang 2.500 meter dengan lebar 45 meter agar mampu melayani pesawat berbadan lebih besar dan membuka peluang hadirnya lebih banyak maskapai.
Peningkatan kapasitas runway menjadi penting karena akan menentukan kemampuan bandara dalam melayani pertumbuhan mobilitas penumpang dan barang. Semakin besar kapasitas pesawat yang dapat dilayani, semakin terbuka pula peluang peningkatan konektivitas wilayah.
Dari sisi ekonomi, konektivitas udara yang semakin baik berpotensi menekan biaya transportasi dan distribusi barang. Kondisi ini dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Selain itu, pengembangan Bandara Betoambari juga berpotensi menjadi magnet bagi investasi. Kemudahan akses transportasi merupakan salah satu faktor yang selalu diperhitungkan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.
Potensi besar yang dimiliki wilayah Kepulauan Buton, termasuk sektor pertambangan Nikel dan Aspal Buton, membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Kehadiran bandara yang representatif dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menarik minat investasi tersebut.
Dalam perspektif yang lebih luas, Bandara Betoambari juga memiliki arti strategis bagi masa depan Kepulauan Buton. Infrastruktur transportasi yang kuat akan memperkuat posisi Baubau sebagai pusat pelayanan, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Karena itu, pengembangan Bandara Betoambari memerlukan dukungan bersama. Pemerintah Kota Baubau, DPRD Kota Baubau, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Kementerian Perhubungan memiliki peran penting sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan proses pengembangan bandara dapat berjalan sesuai rencana.
Pada akhirnya, Bandara Betoambari bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Bandara ini merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Kepton pada masa mendatang. Semakin kuat konektivitas yang dimiliki, semakin besar pula peluang daerah ini menarik investasi, mengembangkan sektor usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar harapan tersebut dapat terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi generasi yang akan datang.
