Gaji Dokter PTT Tertunggak, Dinkes Lempar Penyebab ke Pusat

0
Gaji Dokter PTT Tertunggak, Dinkes Lempar Penyebab ke Pusat
👁️ 282 dibaca
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B. (Ist)

Baubau,madingsultra.com — Isu mogok kerja dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) di puskesmas Kota Baubau mulai memunculkan keresahan di masyarakat. Informasi yang beredar para dokter belum menerima gaji sejak Januari 2026 hingga saat ini, sehingga dikhawatirkan berdampak pada pelayanan kesehatan dasar.

Di tengah tuntutan pelayanan publik yang harus tetap berjalan, keterlambatan pembayaran tenaga kesehatan kini menjadi sorotan. Apalagi, dokter puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B, mengatakan keterlambatan pembayaran terjadi karena Dana Alokasi Umum (DAU) kesehatan dari pemerintah pusat belum ditransfer.

“Bukan tidak dibayarkan. Yang ada itu transfer DAU kesehatan dari pusat yang salah satunya membiayai nakes dokter penugasan khusus belum ada. Jadi masalahnya terjadi di banyak kabupaten/kota,” kata dr. Frederik saat dikonfirmasi madingsultra.com melalui WhatsApp, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, keterlambatan transfer dana dari pusat menjadi penyebab utama tersendatnya pembayaran tenaga kesehatan di daerah.

“Transferan dana DAU kesehatan belum ditransfer dari pusat. Masalahnya ada di pusat,” ujarnya.

Meski isu mogok kerja dokter PTT mulai berkembang, Dinas Kesehatan Kota Baubau memastikan pelayanan di puskesmas tetap diupayakan berjalan normal.

“Sementara tim TAPD Kota Baubau mencari solusi terbaik. Yang jelas pelayanan di puskesmas diupayakan jalan terus,” ujarnya.

Ia juga menyebut persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Baubau dan saat ini tengah diproses untuk dicarikan solusi.

“Sudah dilaporkan ke Ketua TAPD Kota Baubau, sudah berproses,” tambahnya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai alasan belum ditransfernya DAU kesehatan oleh pemerintah pusat, serta kemungkinan penggunaan skema anggaran talangan atau dana darurat untuk membayar hak dokter PTT, dr. Frederik menyarankan agar konfirmasi lanjutan melalui Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang terkait.

“Saya masih mendampingi jemaah haji Kota Baubau ke Makassar sebagai Ketua Tim Kesehatan Kota Baubau,” tutupnya.

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *