Wali Kota Baubau Jajaki Lokasi Pembangunan Pasar di Pantai Topa

0
Wali Kota Baubau Jajaki Lokasi Pembangunan Pasar di Pantai Topa
👁️ 141 dibaca
Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE meninjau lokasi rencana pembangunan pasar di kawasan Pantai Topa, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kamis (26/2/2026). (Foto: Alyakin)

Baubau, madingsultra.com — Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan pasar di kawasan Pantai Topa, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kamis (26/2/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Disperindagkop dan UKM, Plh PUPR, Camat Betoambari, serta Lurah Sulaa di titik yang direncanakan menjadi lokasi pasar, tepatnya di RT 001 RW 002.

Dikonfirmasi sejumlah awak media, Wali Kota Baubau, H Yusran Fahim SE membenarkan adanya rencana pembangunan pasar tersebut sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ada rencana reklamasi dan pembangunan karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, anggaran pembangunan pasar telah tersedia, namun masih memerlukan penyesuaian karena belum sepenuhnya mencukupi untuk pembangunan dengan luasan sekitar satu hektare.

“Anggarannya sudah ada, tetapi setelah dihitung masih kurang,” katanya.

Pembangunan pasar pantai topa ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, bergantung pada kesiapan anggaran.

Selain pembangunan pasar, Pemkot
Baubau juga berencana melakukan pelebaran jalan di kawasan tersebut sebagai bagian dari penataan infrastruktur pendukung.

Jika terealisasi, pasar tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan di Baubau dan menampung pedagang dari kabupaten Buton selatan (Busel) yang selama ini menjual dagangannya di pasar wameo.

Pemkot Baubau juga merencanakan pengembangan struktur pasar ke depan dengan membagi pusat perdagangan di tiga titik, yakni Pasar Pantai Topa, Pasar Wameo, dan Pasar Lakologou.

Disisi lain, kawasan pantai topa yang saat ini menjadi tempat berlabuh kapal dan perahu nelayan juga masuk dalam rencana penataan. Pemerintah telah menyiapkan spesifikasi lokasi tambat bagi armada masyarakat.

“Tempat kapal atau perahu sudah disiapkan speknya,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Sulaa, Yusri Syarifudin, menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan pembangunan pasar di kawasan topa pantai karena kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat sangat membutuhkan pasar. Selama ini warga harus berbelanja ke pasar wameo dengan biaya transportasi yang cukup besar. Dari uang Rp50.000, sekitar Rp40.000 habis untuk ongkos ojek pulang-pergi sehingga hanya tersisa Rp10.000 untuk berbelanja,” ujarnya.

Kata dia, usulan pembangunan pasar tersebut telah dimasukkan dalam musrenbang kelurahan pada awal tahun ini.

Keberadaan pasar nantinya juga diperkirakan akan mendapat dukungan dari masyarakat di wilayah sekitar seperti Kelurahan Labalawa, Waborobo, Lipu, Katobengke hingga Kadatua.

Jika pasar terealisasi, penataan pedagang di sepanjang jalan poros, khususnya penjual ikan dan sayur juga akan dilakukan guna mendukung kelancaran arus lalu lintas yang menghubungkan Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan (Busel)

“Masyarakat menginginkan pasar ini karena membantu pemenuhan kebutuhan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Laporan: Alyakin

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *