Angin Puting Beliung di Baubau Rusak 24 Rumah dan 3 Ruko


Baubau, madingsultra.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau mencatat sebanyak 24 rumah warga dan tiga unit ruko di Kecamatan Betoambari mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang terjadi pada Rabu pagi, 3 Desember 2025.
Berdasarkan data BPBD Kota Baubau, angin puting beliung berdampak pada kawasan BTN Topaz, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, dengan total lima rumah. Dua rumah mengalami kerusakan berat, sementara tiga rusak sedang.
Di jalan poros Kelurahan Sulaa, tiga ruko tercatat rusak, satu mengalami kerusakan ringan dan dua rusak berat.
Selanjutnya di kawasan SMPN 14 Sulaa, dua rumah terdampak, satu rusak berat dan satu rusak ringan.
Lokasi yang mengalami dampak terbesar berada di BTN Topaz III, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari. Sebanyak 17 rumah mengalami kerusakan. Enam rusak ringan, tiga rusak sedang, dan delapan rusak berat.

Dikonfirmasi madingsultra.com, Sekretaris BPBD Kota Baubau, Siti Sarsinah, mengatakan bahwa sebanyak 24 rumah dan tiga ruko mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.
“Tadi baru dilakukan evakuasi terhadap barang-barang masyarakat yang terkena dampak. Tim membantu memindahkan ke tempat aman, ke rumah keluarga atau tetangga sesuai keinginan warga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Sosial, Damkar, PMI, TNI dan Polri.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Baubau, Inayah, SE., M.Si., menjelaskan bahwa BPBD tidak memiliki slot anggaran bantuan langsung, namun telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Baubau untuk penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
“Kita hanya koordinasikan dengan Dinas Sosial (Dinsos). Mereka sudah mendata dan berkoordinasi dengan lurah serta camat terkait bantuan yang diberikan,” jelasnya.

Kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun beberapa atap rumah dilaporkan terangkat dan menimpa bangunan di sekitarnya.
BPBD juga melakukan pemutusan arus listrik di salah satu rumah rusak berat yang ditinggalkan penghuninya, setelah berkoordinasi dengan PLN, sebagai langkah antisipasi.
Terkait kemungkinan adanya tempat pengungsian, BPBD masih menunggu kebutuhan warga. “Jika masyarakat menginginkan pemasangan tenda, kami siap,” ujarnya.
Ia menambahkan, penetapan status darurat bencana harus melalui rapat bersama Forkopimda. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu pada akhir tahun.
“Cuaca lagi tidak baik, biasanya musim hujan di bulan Desember. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi bencana tidak bisa diprediksi,” imbuhnya.
Laporan: Alyakin
