Peringati HTBS 2026, Dinkes Baubau Gelar Sosialisasi TBC Anak


Baubau, madingsultra.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mengintensifkan upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC) dengan menggelar sosialisasi TBC anak dalam momentum peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) 2026 di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau, Rabu (1/4/2026).
Sosialisasi tersebut mengangkat tema global “Yes! We Can End TB” serta tema nasional “SATU TB, Sinergi Aksi Tuntaskan TB”, yang menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam upaya eliminasi TBC.
Berdasarkan data Global Tuberculosis Report, Indonesia masih menempati posisi kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia. Bahkan, angka kematian akibat penyakit ini sekitar 17 orang setiap jam. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan TBC tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penuntasan penyakit menular dalam momentum peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia.
“Hari ini, kami bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kota Baubau dalam sosialisasi terkait tuberkulosis anak.” kata dr. Frederik Tangke Allo ketika dikonfirmasi sejumlah awak media disela-sela kegiatan.
Ia mengungkapkan, data kasus TBC masih tergolong tinggi sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di tengah masyarakat.
“Ini menjadi perhatian kita bersama, artinya kita masih hidup berdampingan dengan kuman tuberkulosis. Maka dari itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Frederik menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait TBC, mulai dari gejala, pencegahan, hingga pengobatan. Edukasi yang tepat diharapkan dapat menekan angka penularan.
“Perlu ada pengertian, pemahaman, dan pengetahuan yang baik terkait penyakit ini. Dengan begitu, kita bisa lebih waspada,” katanya.
Dalam upaya percepatan eliminasi TBC, Dinkes Baubau juga menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita dan Bunda PAUD.
“Kita harus berkolaborasi. Penyakit ini bisa dieliminasi jika kita bekerja bersama-sama. Mari seluruh elemen masyarakat bersatu untuk melawan penularan TBC,” tegasnya.
Ia juga memastikan ketersediaan obat
Tuberculosis di rumah sakit maupun di puskesmas. “ya, obat-obatan tersedia di fasilitas kesehatan. baik untuk pencegahan maupun pengobatan,” pungkasnya
Pantauan media ini, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Laporan: Alyakin
