Distan Baubau Kirim Sampel Beras Indomaret yang Hancur ke OKKPD untuk Uji Laboratorium

0
Distan Baubau Kirim Sampel Beras Indomaret yang Hancur ke OKKPD untuk Uji Laboratorium
👁️ 93 dibaca
Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Distan Kota Baubau, Munsira (ketiga dari kiri), bersama tim Distan berpose bersama Asisten Kepala Toko Indomaret, Muktakbar, saat pengecekan dan pengambilan sampel beras premium di salah satu gerai Indomaret Kota Baubau.

Baubau, madingsultra.com — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Kota Baubau mengirim sampel beras premium merek Larisst ke Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk dilakukan uji laboratorium. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait beras yang hancur saat dicuci.

Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Distan Baubau, Munsira mengatakan, sampel diambil saat tim Distan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Baubau melakukan pengecekan langsung gerai Indomaret.

“Baubau belum memiliki laboratorium untuk pemeriksaan beras, sehingga sampel kami kirim ke OKKPD Sultra. Saat ini kami menunggu hasil uji laboratorium,” ungkap Munsira ketika ditemui madingsultra.com di ruang kerjanya, Selasa (23/12/2025).

Selain pengambilan sampel, pihaknya bersama pihak Balai POM serta asisten kepala toko Indomaret memeriksa tempat penyimpanan beras. Hal ini untuk memastikan keamanan beras.

“Sekitar pukul 10.00 wita, kita sama sama dengan teman teman balai POM.
Mereka lihat tempat penyimpanannya, karena beras tidak bisa disimpan di lantai tapi harus ada pengemanannya.” katanya.

Dari pengakuan pihak Indomaret, kata dia, stok beras jenis Larisst sudah habis dan sampel yang dikirim ke laboratorium OKPPD diambil dari beras yang telah dikembalikan oleh warga sebanyak dua liter.

“Jadi kami sebatas demikian, menunggu hasil dan saya sudah konfirmasi dengan pihak OKPPD dan sudah kirim tadi,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, kasus serupa pernah terjadi sebelumnya di Kota Baubau. Berdasarkan hasil uji laboratorium tidak ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya, melainkan diduga akibat kualitas padi yang kurang baik karena panen dini dan pencampuran padi yang belum matang.

“Kami disini tidak tinggal diam, kami akan ambil itu merek itu, saya mau uji coba jangan sampai emang ada apa, kita harus hati-hati dalam hal ini.” tegasnya.

Disamping itu, pihaknya tidak mengetahui jumlah beras jenis Larisst yang didatangkan di kota Baubau. Ia menyampaikan kepada pihak Indomaret agar beras premium jenis Larisst untuk tidak dijual.

“Saya tidak tanyakan juga, karena yang saya hanya melihat di seputaran situ,
Kalau masi ada jangan di keluarkan dulu sambil menunggu hasil uji laboratorium.” katanya.

Tahun ini, Distan Baubau tidak melakukan pengawasan di toko ritel modern karena kekurangan anggaran. Namun, pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) difokuskan di pasar tradisional.

“Jadi yang kami lakukan di tahun ini di enam pasar tradisional, kami periksa
sayur mayur yang terkontaminasi dengan bahan kimia, semua tergantung dengan anggaran yang tersedia, karena pengadaan rapid tes kami, satu box berarti 40 kali tes.” katanya.

Kendati demikian, ia mengimbau para pelaku usaha ritel modern agar memperhatikan kualitas dan mutu pangan yang diperdagangkan serta mengajak semua pihak bekerja sama menjaga keamanan pangan demi melindungi kesehatan masyarakat.

“Saya berharap toko ritel modern serta pelaku usaha agar memperhatikan kualitas mutu dagangannya, agar masyarakat bisa terbebas dari hal hal yang tidak dinginkan, mari kerja bersama semoga Baubau menjadi kota sehat.” tandasnya.

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *