Diduga Bermasalah, Beras Premium Dibeli Warga Baubau Hancur Saat Dicuci

0
Diduga Bermasalah, Beras Premium Dibeli Warga Baubau Hancur Saat Dicuci
👁️ 139 dibaca
Beras jenis premium yang dikeluhkan warga, hancur saat dicuci. (Foto: Alyakin)

Baubau, madingsultra.com — Seorang warga di Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan kualitas beras jenis premium yang dibelinya di salah satu toko ritel modern di Kota Baubau, Minggu (21/12/2025) pagi sekitar pukul 08.00 Wita.

Warga Baubau, mama fika mengaku membeli beras untuk kebutuhan rumah tangga. Namun setibanya di rumah dan hendak memasak, ia mendapati beras yang dicuci dan dibiarkan beberapa menit justru hancur, tidak seperti beras pada umumnya.

Merasa janggal, warga itu kemudian kembali ke toko tempat ia membeli beras untuk menyampaikan keluhan. Pihak toko akhirnya menukarkan beras tersebut dengan beras lain.

“Saya masak dulu airnya, beras dicuci dan saya diamkan beberapa menit, tapi berasnya hancur,” ujar warga yang akrab disapa Mama Fika.

Mama fika juga mengungkapkan bahwa dua pekan sebelumnya ia pernah membeli beras di toko yang sama. Saat itu, ia tidak terlalu memperhatikan kondisi beras karena langsung mencucinya dan memasak menggunakan rice cooker.

Namun setelah mengonsumsi beras tersebut, ia menduga anaknya mengalami gangguan kesehatan.

“Kasihan anakku, dia di WC hampir satu jam, kesakitan karena susah buang air besar,” katanya.

Ia menjelaskan, biasanya beras dicuci langsung lalu dimasak. Namun pada kejadian terakhir, beras dicuci di loyang dan dibiarkan beberapa menit sambil menunggu air mendidih. Saat itulah ia melihat tekstur beras berubah dan hancur.

Sementara itu, media ini meminta klarifikasi kepada pihak toko terkait keluhan warga tersebut. Namun pemilik toko menolak memberikan keterangan dengan alasan sedang sibuk.

“Saya lagi sibuk, banyak kerjaan,” ujar pihak toko saat dimintai klarifikasi, Minggu (21/12/2025).

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *