Warga Kadolokatapi Tuding Pembangunan Gudang Picu Banjir Tahunan

0
Warga Kadolokatapi Tuding Pembangunan Gudang Picu Banjir Tahunan
👁️ 57 dibaca
Warga RT 1 RW 4, Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio Kota Baubau,Nasidin Ali (64). (Foto: Alyakin)

Baubau, madingsultra.com — Banjir kembali terjadi di Lingkungan Wakonti, Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu malam sekitar pukul 24.00 wita hingga minggu dini hari sekitar pukul 03.00 wita. Ketinggian air mencapai dua meter.

Banjir berulang ini diduga kuat dipicu perubahan aliran air sejak berdirinya Pergudangan Makassar Permai sekitar sepuluh tahun lalu, sehingga puluhan rumah warga di wilayah tersebut seolah menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Selain itu, sumber mata air di kawasan Wakengke juga dibendung oleh warga untuk aktivitas berkebun yang turut memengaruhi aliran air.

Warga RT 1 RW 4, Kelurahan Kadolokatapi, Nasidin Ali (64), menyatakan banjir mulai terjadi sejak pembangunan gudang material bangunan sekitar sepuluh tahun lalu.

“Lahan di gudang itu rendah tapi setelah di timbun sehingga jadi lebih tinggi dari jalan. Dulu waktu belum ada pembangunan tidak banjir, sekarang setiap hujan selalu banjir,” ungkap Nasidin ketika di konfirmasi madingsultra.com di kediamannya, Minggu malam (14/12/2025).

Saluran air yang diduga berasal dari mata air di kawasan Wakengke dan di talud oleh pemilik gudang material bangunan (Foto:Alyakin).

Minggu dini hari sekitar pukul 00.30 wita saat dirinya sedang tidur, air tiba-tiba masuk ke dalam rumah dengan ketinggian lebih dari satu meter. Alhasil seluruh isi rumah perabotan Nasidin seperti piring, beras, kasur, dispenser, mesin cuci hingga sepeda motor rusak. Sandal pun hanyut terbawa arus.

Menurutnya, air hujan tidak lagi mengalir melalui drainase, melainkan menyebar dari ruas jalan sehingga meluap liar ke pemukiman warga. Drainase depan Pergudangan Makassar Permai yang ada dinilai gagal total membendung debit air.

Ironisnya, warga mengaku sudah mengusulkan perbaikan drainase dan penanganan banjir kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau. Namun, hingga kini, keluhan itu seperti jatuh ke telinga tuli.

“Setiap hujan pasti banjir. Drainase tidak berfungsi. Air meluap dari depan jalan dan samping, tingginya lebih dari satu meter,” tegasnya.

Meski demikian, ia berharap Pemkot Baubau dapat membantu menaikkan tiang rumahnya agar menjadi rumah panggung, mengingat dinding rumahnya masih terbuat dari papan dan sangat rentan rusak saat banjir.

Saluran air yang diduga berasal dari sumber mata air di kawasan Wakengke menuju drainase di depan Pergudangan Makassar Permai, tepatnya depan jln poros Baubau- Pasarwajo (Foto:Alyakin)

Sementara itu, warga RT 2 RW 4 Lingkungan Wakonti, Kelurahan Kadolokatapi Suriani (39) mengatakan, bila rumahnya bukan rumah panggung maka seluruh barang di dalam rumah dipastikan rusak akibat terendam banjir.

“Air naik sampai dua meter. Kalau saya hanya motor, papan, karena di bawah kolong rumah. Untung talud disamping rumah ini sudah di kasih tinggi, “ungkapnya.

Menurutnya, banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian tujuh tahun lalu, meskipun talud sudah dibangun.

“Itu kasian ada tetangga yang baru pulang dari lasalimu, habis barang-barangnya, tempat tidur, tikar, pakaian terendam air, rusak semua,” katanya.

Akibat banjir, warga RT 1 RW 4 dan RT 2 RW 4 Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau tidak sempat memejamkan mata hingga sore hari.  Mereka sibuk membersihkan sisa genangan air serta merapikan barang-barang.

Laporan: Alyakin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *