Wujudkan Kota Aman, Pemuda Baubau Akhiri Perselisihan dengan Damai


Baubau, madingsultra.com — Dua kelompok pemuda yang sempat terlibat bentrok beberapa waktu lalu di Kota Baubau akhirnya sepakat berdamai. Proses perdamaian berlangsung penuh kehangatan di Aula Lantai Dua Kantor Wali Kota Baubau, kamis, (06/11/2025), disaksikan langsung oleh Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, Kapolres Baubau AKBP Mayestika Hidayat, serta perwakilan Dandim 1413 Buton.
Kesepakatan damai antara kelompok Kanakea dan La Ode Boha menjadi simbol kedewasaan pemuda Baubau dalam menyelesaikan perbedaan. Di balik suasana hangat dan santai, kedua kelompok menunjukkan tekad untuk hidup berdampingan dan menjaga ketenangan kota. Pemerintah bersama aparat keamanan menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa semangat persaudaraan dan cinta damai masih kuat berakar di hati generasi muda Baubau.
Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas tercapainya kesepakatan tersebut. Ia menilai perdamaian ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan suasana aman di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, sudah ada kata sepakat bahwa mereka berdamai. Untuk warga Kota Baubau, saya berharap ini menjadi damai yang sebenarnya. Tidak usah ada lagi rasa takut, Baubau pasti aman,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, Baubau harus menjadi kota yang damai dan nyaman bagi semua warganya. Ia juga menegaskan bahwa jika perdamaian ini tidak dijaga, maka bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Namun, ia optimistis bahwa semangat kebersamaan akan menjaga Kota Baubau tetap kondusif.
“Kalau ini tidak dilakukan, yang saya dengar bisa saja menimbulkan musuh bersama. Tapi saya yakin, itu tidak akan terjadi,” tambahnya.
Wakil Wali Kota, Wa Ode Hamsinah Bolu menambahkan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kedua kelompok yang datang dengan niat baik untuk berdamai.
“Kami bersyukur karena mereka sendiri yang menginisiasi perdamaian ini. Sebagai pemerintah daerah, kami sangat senang. Jika kejadian seperti kemarin terulang, tentu masyarakat tidak tenang. Itu juga bisa memengaruhi pandangan orang luar terhadap Kota Baubau,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan bagi pemuda agar bisa berdaya secara positif. Pemerintah Kota Baubau, lanjutnya, terus membuka ruang pelatihan dan pemberdayaan bagi masyarakat, termasuk bagi kelompok-kelompok pemuda.
“Kalau mencari nafkah, silakan. Yang penting taat hukum. Pemkot juga punya program pelatihan tenaga kerja, termasuk dari provinsi, tinggal mendaftar seperti masyarakat lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Baubau AKBP Mayestika Hidayat mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di kota ini.
“Mari sama-sama kita ciptakan Baubau yang kondusif. Di sini banyak peluang ekonomi dan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Kapolres juga menegaskan bahwa pihak kepolisian siap membantu proses hukum dan pembinaan dengan pendekatan persuasif.
“Kami akan bantu. Intinya, polisi bukan hanya juru damai, tetapi juga pembina masyarakat. Nanti kedua belah pihak bisa menemui keluarga korban, lalu kita tindaklanjuti secara damai di Polres. Saya pastikan, tidak boleh ada lagi yang celaka atau melukai warga,” tegasnya.
Disamping itu, Kapolres Baubau, AKBP Mayestika Hidayat menegaskan, perdamaian antara kedua kelompok pemuda bukan hanya sekadar formalitas. Ia mengingatkan agar seluruh pihak benar-benar menjaga komitmen tersebut demi membangun suasana aman dan damai di Kota Baubau sebab semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus menjadi dasar dalam menjaga keharmonisan antar warga.
“Pasti ada tindakan tegas dengan pola-pola yang sudah saya siapkan. Intinya, saya tidak ingin ada yang celaka atau melukai masyarakat Kota Baubau. Mari kita bersama-sama membangun kota ini dan jangan sedikit-sedikit ribut, karena itu tidak baik bagi kita semua,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan ini, Pemerintah Kota Baubau menunjukkan bahwa harmoni sosial dan kedamaian adalah fondasi penting dalam membangun daerah. Peristiwa damai antara dua kelompok pemuda ini menjadi bukti bahwa Baubau bukan hanya kota yang bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Laporan: Alyakin
