Warga Turun Tangan Perbaiki Jalan Rusak yang Diabaikan Pemerintah


Baubau, madingsultra.com — Sebuah mobil mundur di tanjakan rusak hingga memutus kabel PLN mencerminkan betapa rawannya kondisi jalan di Batu Maali. Di tengah ancaman keselamatan seperti itu namun pembangunan tak kunjung datang, akhirnya memaksa warga mengambil alih pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Seorang warga di lingkungan Batu maali, Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum, Kota Baubau mengungkapkan kekecewaannya kepada media ini. Pasalnya, jalan yang telah dibuka sekitar 12 tahun lalu tidak pernah diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemkot ) Baubau.
“Kita tidak bisa harap semuanya. DPRD dan pemerintah sama saja, tidak ada yang bisa kita andalkan,” kata warga batu maali, Abang ketika ditemui madingsultra.com di sela-sela kegiatan pekerjaan jalan yang rusak parah, Sabtu (22/11/2025).
Kondisi jalan semakin membahayakan ketika hujan, kata dia apalagi setelah insiden mobil mundur yang menyebabkan kabel PLN putus tapi untung tidak ada korban jiwa, dan petugas PLN cepat merespons untuk memperbaikinya.
Sebagai perwakilan warga, ia menilai perbaikan jalan di kota Baubau saat ini tidak adil karena beberapa titik jalan lain justru mendapatkan pengaspalan meskipun kondisinya masih layak. Tahun 2023 jalan di depan rumah PJ Sekda Baubau masih bagus tapi langsung di perbaiki.
“Jalan disana memang di perbaiki sekitar 500 meter, pas depan rumah pejabat saat itu, tapi disini tidak pernah sama sekali, di sana yang dibangun duluan, mungkin karena bos-bos, kita ini bagaimana hanya rakyat kecil,” keluhnya dengan senyum kecut.
Pihaknya bahkan menduga pembangunan jalan yang menjadi perhatian pemerintah karena kepentingan politik. Pasalnya, awal 2024, panjang jalan sekitar 700 meter di lingkungan Batu Maali sudah lama diusulkan dalam Musrenbang untuk di lakukan perbaikan, namun sampai 2025 perbaikan jalan tidak terealisasi.
Tahun ini, perbaikan jalan kembali di usulkan tetapi meningkat menjadi sekitar 1,3 kilometer untuk pembangunan di tahun 2026, namun mereka pesimis, usulan tersebut tidak juga terwujud mengingat prioritas sebelumnya diabaikan.
“Sudah masuk itu di Kecamatan Murhum dan Bappeda. Masuk skala prioritas untuk tahun 2024, dan 2025 ini,” ujarnya.
Tak hanya pemerintah, warga juga mengkritik DPRD Baubau yang diduga gagal mengawasi anggaran. Menurutnya, mungkin karena ada kepentingan politik atau hal lain sehingga mengabaikan yang prioritas.
Keberpihakan kebijakan pembangunan setelah ia melihat beberapa titik yang dinilai tidak mendesak namun tetap mendapat pengaspalan. Salah satunya jalan menuju rumah mantan Panwas dan seorang anggota DPRD di wilayah Murhum.
“Itu ada perbaikan jalan di sekitar jalan stadion Betoambari, dan ada rumah yang penghuninya cuma dua orang, tapi jalannya juga diaspal. Di sini ada puluhan bahkan ratusan warga tidak diperhatikan. Heran kan?” katanya.
Merasa diabaikan, warga akhirnya berinisiatif memperbaiki sendiri jalan tersebut. Mereka melakukan penimbunan dan perataan sebisa mungkin untuk mengurangi risiko kecelakaan. Selain itu, musim kemarau debu beterbangan sampai masuk rumah, didapur, ruang tamu, kamar full debu dan kalau mobil truk yang lewat di jalan tengah debunya bukan main, sampai anak- anak berpotensi sakit flu dan batuk.
Kendati demikian, masyarakat berharap kepada Wali Kota dan wakil Wali Kota Baubau terpilih agar pembangunan di Baubau merata, tidak pilih-pilih karena jalan ini menghubungkan RSUD Palagimata, sekolah dan kantor pemerintahan.
“Tapi kalau bisa ada juga perbaikan, ya itu si harapan kami, ini demi keselamatan masyarakat juga kan,” tandasnya.
Laporan: Alyakin
