ULP Baubau Tuntaskan 46 Tender, Didominasi Disdik dan PUPR


Baubau, madingsultra.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) memastikan seluruh proses tender proyek tahun anggaran 2025 telah selesai dilaksanakan. Sebanyak 46 paket proyek dengan nilai anggaran lebih dari Rp30 miliar seluruhnya telah diproses dan diumumkan pemenangnya.
“Sebanyak 46 paket itu sudah kami proses semua, sudah 100 persen, dan pemenangnya juga sudah diumumkan,” kata Kabag ULP Setda Kota Baubau, Ahmad Basri ketika di temui madingsultra.com di ruang kerjanya, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, dari seluruh paket proyek yang telah dilelang, Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tercatat mendominasi jumlah kegiatan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur.
“Yang paling banyak itu di Dinas Pendidikan dan PUPR,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh tahapan tender kini telah berbasis sistem elektronik (e-procurement). Tidak ada lagi proses manual seperti sebelumnya yang rawan menimbulkan celah dan dugaan intervensi.
“Langkah konkret kita sekarang, semua sudah tersistem. Transparansi di situ. Tidak ada lagi seperti dulu, yang tidak menang dikasih menang. Itu bisa bermasalah hukum, apalagi di zaman sekarang,” tegasnya.
Selain itu, seluruh pihak yang merasa keberatan atau tidak puas terhadap hasil lelang memiliki hak untuk mengajukan sanggahan langsung melalui sistem, bukan secara tatap muka.
“Kalau ada yang sanggah, maka jawabannya juga lewat sistem. Kenapa digugurkan, ya sistem yang jelaskan. Jadi semua terekam dan bisa dilihat,” ungkapnya.
Sebelum proses tender dimulai, tidak ada koordinasi secara langsung antara ULP dan SKPD. Setiap SKPD memasukkan dokumen administrasi proyek secara mandiri melalui sistem elektronik, dan ULP hanya melakukan review kelengkapan persyaratan sebelum dinyatakan siap lelang.
“Mereka juga masukkan dalam sistem. Kami di sini sebelum proses, kami review dulu apakah syarat sudah terpenuhi. Kalau sudah, baru bisa ditender. Tapi kalau belum, belum bisa naik,” jelasnya.
Sejauh ini, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan tender proyek 2025. Hanya saja, sempat terjadi sedikit keterlambatan akibat peralihan kepemimpinan.
“Tidak ada kendala, hanya soal waktu karena ada peralihan pimpinan. Tapi semua tetap bisa diselesaikan,” ujarnya.
Proses lelang telah rampung pada akhir September hingga awal Oktober 2025. Dengan demikian, pelaksanaan fisik proyek akan berlangsung selama tiga bulan terakhir, yakni Oktober hingga Desember.
Menatap tahun 2026, ULP Baubau berkomitmen melakukan evaluasi untuk mempercepat proses lelang agar perputaran ekonomi di daerah berlangsung lebih awal.
“Kita ingin tahun depan lebih cepat lagi, supaya uang bisa berputar lebih awal. Karena kalau tender cepat selesai, otomatis tukang bekerja, toko bangunan ramai, pembelian besi dan semen. Itu semua menggerakkan ekonomi,” pungkasnya.
Laporan: Alyakin
