RSUD Baubau Paparkan Progres Pembangunan di Kejari

0
RSUD Baubau Paparkan Progres Pembangunan di Kejari
👁️ 68 dibaca
Foto bersama jajaran Kejari Baubau dan manajemen RSUD Kota Baubau usai pemaparan progres pembangunan ruang operasi (OK), Kamis (30/10/2025).

Baubau, madingsultra.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau secara resmi mengundang pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau untuk memaparkan progres pembangunan ruang operasi (OK) yang saat ini tengah berjalan. Pemaparan yang berlangsung di Aula Kejari Baubau, Kamis (30/10/2025) lalu, merupakan tindak lanjut dari surat permohonan RSUD untuk mendapatkan pendampingan hukum oleh Jaksa Pengacara Negara (JPR).

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Baubau, Nova Aulia Pagar Alam, S.H., M.H., menjelaskan, forum tersebut menjadi ruang bagi pihak RSUD untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan secara terbuka sebelum Kejari menentukan langkah pendampingan lebih lanjut.

“Jadi di situ dipaparkan bagaimana pekerjaan berjalan, dari sisi anggaran, kendala di lapangan, hingga progres pelaksanaannya. Setelah itu baru kami telaah untuk menentukan apakah proyek ini dapat didampingi oleh jaksa pengacara negara,” jelas Nova saat dikonfirmasi madingsultra.com di ruang kerjanya, Jumat (31/10/2025).

Menurutnya, hasil telaah tersebut akan menjadi dasar dikeluarkannya surat perintah pendampingan resmi oleh Kejari Baubau.

“Surat pendampingan kemungkinan dikeluarkan hari ini atau paling lambat Senin depan. Secara resmi baru bisa kami sebut pendampingan setelah surat pernyataan pendampingan itu keluar,” ujarnya.

Dalam pemaparan tersebut, pihak Kejari Baubau juga memberikan sejumlah catatan penting kepada RSUD Baubau, terutama terkait manajemen kerja harian dan disiplin administrasi proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBD Kota Baubau.

“Catatan kami, manajemen kerja per hari harus jelas. Misalnya, hari ini target pekerjaan tiga persen—kalau tidak tercapai, harus segera dievaluasi sore atau malam harinya. Kenapa tidak capai target? Apa kendalanya? Hal-hal seperti itu yang harus dibiasakan,” tegas Nova.

Pemaparan progres proyek ruang operasi RSUD Kota Baubau di hadapan jajaran Kejari Baubau, berlangsung di Aula Kejari, Kamis (30/10/2025).

Selain itu, Kejari Baubau juga menyoroti pentingnya ketertiban administrasi berupa laporan harian, mingguan, dan bulanan, yang menjadi dasar dalam proses pencairan anggaran.

“Administrasi itu penting sebagai data pendukung. Termasuk uji laboratorium untuk pekerjaan seperti pembesian dan beton, semua harus dilakukan sesuai standar,” tambahnya.

Jika pendampingan resmi oleh Jaksa Pengacara Negara telah dimulai, Kejari akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan administratif terhadap progres yang sudah berjalan.

“Misalnya progres sekarang diklaim 20 persen, maka kami akan cek dokumen pendukungnya. Kalau memang benar, kami dampingi. Kalau masih ada kekurangan administrasi, harus dilengkapi dulu,” ujar Nova.

Ia berharap, proyek pembangunan ruang operasi RSUD Palagimata dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna, mengingat fasilitas ini akan menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Baubau dan wilayah sekitarnya.

“Apalagi ini rumah sakit rujukan. Harapannya, nanti masyarakat Kepulauan Buton (Kepton) tidak perlu lagi ke Kendari atau Makassar. Semua pelayanan bisa tertangani di RSUD Kota Baubau,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Kejaksaan (Kajari) Baubau, Fatkhuri, S.H. Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Baubau, Nova Aulia Pagar Alam, S.H., M.H., Kasi Intelijen Abdul Kadir Sangadji, S.H., M.H., Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan,  L.M Firman, SH,. M.H, Kejari Baubau serta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau, dr. Kenangan, Mars., M.Kes serta jajarannya.

Laporan: Alyakin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *