Renovasi Miliaran RSUD Palagimata, Papan Proyek Hilang?


Baubau, madingsultra.com — Renovasi ruang operasi (OK) RSUD Palagimata senilai Rp2,5 miliar resmi dimulai pada 21 Agustus 2025 dan dijadwalkan selesai 18 Desember mendatang. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan medis, namun sejumlah hal terkait keterbukaan informasi menjadi perhatian publik.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau, dr. Kenangan, Mars., M.Kes saat di konfirmasi madingsultra.com di ruang kerjanya, Kamis (23/10/2025) menegaskan, bahwa setiap pembangunan selalu ada sisi positif dan negatif.
“Namanya pembangunan, pasti ada bunyi, ada gangguan pada perlintasan. Tapi sisi positifnya diharapkan lebih besar dari itu setelah terjadi pembangunan atau renovasi di RSUD ini. Otomatis memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Ruang operasi dipindahkan sementara untuk mengantisipasi gangguan, sementara tenaga kerja proyek bekerja dari pagi hingga malam dengan batas wilayah agar tidak bersinggungan langsung dengan pasien. Progres proyek dilaporkan setiap minggu dan dievaluasi untuk memastikan pekerjaan sesuai jadwal.
“Setiap kendala proyek dievaluasi setiap minggu, rapat, dan jika ada masalah, misalnya kekurangan tenaga kerja, kami sarankan agar menambah tenaga kerja. Pelayanan pasien tetap berjalan di luar batasan proyek,” jelas Kenangan.

Pantauan media di lapangan menunjukkan, proyek renovasi bernilai miliaran rupiah ini belum menampilkan papan proyek atau informasi resmi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik tentang keterbukaan dan transparansi pengelolaan anggaran daerah.
Minimnya informasi publik membuat proyek sebesar ini terasa jauh dari pengawasan masyarakat yang ideal. Padahal, transparansi bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan wujud tanggung jawab agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi publik.
Pelaksanaan proyek diawasi lintas sektor, mulai dari inspektorat, tim teknis PUPR, konsultan pengawas, hingga PPTK RSUD. Selain itu, pembangunan ini mendapatkan pendampingan hukum dari Kejari Baubau untuk memastikan akuntabilitas, mencegah risiko hukum, dan menjaga hak pasien tetap terpenuhi selama proyek berlangsung.
“Ya, renovasi ruang operasi didampingi Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau,” katanya.
Direktur RSUD juga mengimbau masyarakat untuk bersabar terhadap ketidaknyamanan sementara.
“Pelayanan terus berjalan, tapi kami juga mengimbau masyarakat bersabar. Pembangunan ini untuk kebaikan bersama, meski kenyamanan sementara mungkin terganggu,” ujarnya.
Renovasi ruang OK ini diharapkan memberikan fasilitas yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi pasien di masa mendatang. Meski ada gangguan sementara, langkah-langkah antisipatif telah diterapkan agar pelayanan medis tetap optimal selama pembangunan berlangsung.
Laporan: Alyakin
