Program Jagung Satu Kilogram Mulai Diterapkan di Baubau

0
Program Jagung Satu Kilogram Mulai Diterapkan di Baubau
👁️ 116 dibaca
Kepala dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Kota Baubau , Ibnu Wahid

Baubau, madingsultra.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Baubau mulai diarahkan melalui langkah sederhana. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Baubau mencanangkan program Penanaman Jagung Satu Kilogram sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto di sektor pangan.

Program ini dirancang dengan pendekatan realistis dan mudah diterapkan, dengan menitikberatkan pada kebiasaan memulai produksi dari skala kecil. Melalui pola tersebut, petani diharapkan memperoleh pengalaman dan pemahaman teknis sebelum mengembangkan usaha ke tingkat yang lebih besar.

“Kita mulai dari yang kecil tapi konsisten, supaya petani punya pengalaman dan SOP yang benar sebelum naik skala,” kata Kepala Dipertan Baubau, Ibnu Wahid, kepada media ini, Senin (2/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, pengembangan jagung difokuskan pada tiga kecamatan penyangga pertanian, yakni Sorawolio, Lea-Lea, dan Bungi. Sementara wilayah seperti Betoambari tidak menjadi prioritas karena lebih dominan untuk pembangunan non-pertanian.

Olehnya itu, setiap keluarga petani didorong menanam satu kilogram benih jagung melalui program Penanaman Jagung Satu Kilogram, dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 100 kilogram.

“Dari satu kilo benih itu, potensi panennya bisa sampai seratus kilo. Ini bukan soal jumlah awalnya, tapi proses dan konsistensinya,” jelas Wahid.

Jenis jagung yang dikembangkan dalam program ini adalah jagung Madura. Varietas ini dipilih karena dinilai lebih tahan terhadap kondisi tanah, memiliki masa tanam relatif singkat sekitar dua bulan, serta benihnya dapat digunakan kembali untuk penanaman berikutnya.

“Jagung Madura ini cepat panen dan benihnya bisa kita ambil lagi. Jauh lebih efisien dibandingkan jagung hibrida,” tambahnya.

Dipertan Baubau juga memastikan program tersebut tidak berhenti pada masa panen. Ia mengaku telah meninjau keberadaan investor lokal yang mengoperasikan pabrik pakan ternak di Baubau sehingga hasil panen petani memiliki kepastian distribusi.

Konsep yang diterapkan adalah pertanian terintegrasi, di mana jagung hasil panen diolah menjadi pakan ternak, sementara kotoran ternak dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos di lahan pertanian.

“Pabriknya sudah berjalan, tinggal komitmen semua pihak. Kalau masyarakat konsisten selama tiga tahun saja, saya yakin persoalan pangan bisa kita tuntaskan,” tegas Wahid.

Dengan pola tersebut, Dipertan Baubau optimistis produksi jagung dapat mencapai ratusan ton jika dilakukan secara kolektif. Langkah kecil melalui satu kilogram benih ini diharapkan menjadi pondasi kokoh bagi Baubau dalam memperkuat ketahanan pangan, bahkan membuka peluang ekspor di masa depan.

Laporan: Alyakin

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *