Plt DLH Baubau Tanggapi Santai Tuntutan Mahasiswa


Baubau,madingsultra.com — Plt Kepala DLH Baubau, Amiruddin menanggapi santai aksi unjuk rasa mahasiswa yang menyoroti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap tiga paket pekerjaan yang kekurangan volume, khususnya pemeliharaan taman di Kotamara. Pasalnya temuan BPK tersebut sudah di kembalikan kas Daerah.
“Teman-teman mahasiswa datang menyampaikan aspirasi. Kami menghargai itu sebagai bentuk kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan,” kata Plt Kepala DLH Baubau, Amiruddin ketika di temui madingsultra.com di kantor Sat Pol PP, Selasa (25/11/2025).
Kehadiran mahasiswa di kantor DLH merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Dalam dialog, kata dia, para mahasiswa menyoroti temuan BPK terkait kekurangan volume pada tiga paket pekerjaan DLH tahun anggaran 2024, tetapi temuan tersebut muncul sebelum dirinya menjabat sebagai Plt DLH.
“Terkait temuan itu, saya sampaikan bahwa saat pekerjaan berlangsung saya belum menjabat. Namun hasil pemeriksaan BPK sudah ditindaklanjuti. Kami juga memperlihatkan kepada mahasiswa bukti pengembalian dalam bentuk B17 untuk tiga pekerjaan tersebut ke kas daerah,” jelasnya.
Terkait nilai anggaran, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti karena pekerjaan tersebut dilakukan sebelum ia masuk, namun informasi yang diterima bahwa total nilai pengembalian dari temuan itu diperkirakan sekitar Rp200 juta rupiah tetapi untuk rincinya berada pada laporan teknis DLH hasil pemeriksaan BPK.
Ia menambahkan bahwa setelah pengembalian dilakukan, temuan tersebut sudah dituntaskan sesuai LHP BPK. “Saya hanya menerima laporan terkait hal-hal yang menjadi perhatian di DLH. Mungkin ada pekerjaan lain di tahun 2024, tetapi tidak semuanya menjadi temuan BPK,” pungkasnya.
Sebelumnya, Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Boikot Demokrasi (Gembok), Aliansi Mahasiswa Pemerhati Lingkungan dan Forum Aksi Mahasiswa Kepulauan Buton (FAM Kepton) menggelar aksi unjuk rasa di kantor wali Kota Baubau, Senin (24/11/2025). Masing-masing aliansi membawa isu berbeda yang dianggap penting untuk segera ditindaklanjuti pemerintah kota (Pemkot) Baubau.
Aliansi Mahasiswa Pemerhati Lingkungan membawa isu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait tiga paket proyek Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, khususnya pada pemeliharaan taman di Kotamara yang terjadi kekurangan volume. Temuan tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di publik.
“isu terkait temuan BPK, dimana terdapat tiga paket pekerjaan di DLH, terkait pemeliharaan taman kotamara, terdapat kekurangan volume yang cukup wau dalam temuan tersebut, dan sebenarnya sudah selesai pengembalian kerugian negara” katanya.
Laporan: Alyakin
