Pemkot Baubau Paparkan LKPJ 2025 di DPRD, Pendapatan Daerah Tembus 97,29 Persen


Baubau, madingsultra.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun Anggaran 2025 dalam sidang paripurna DPRD Kota Baubau di aula DPRD, Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas sinergi antara legislatif dan eksekutif yang terjalin dengan baik.
“Dukungan dan kerjasama ini menjadi kunci berjalannya roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Baubau sepanjang tahun 2025 dengan baik,” ujarnya.
Mewakili Wali Kota, Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, menyampaikan capaian kinerja serta realisasi anggaran sebagai wujud kepatuhan terhadap amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Sepanjang tahun 2025, struktur APBD Kota Baubau menunjukkan kinerja yang stabil. Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp873,27 miliar atau 97,29 persen dari target Rp897,51 miliar. Capaian ini didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp140,98 miliar atau 99,28 persen.

Sementara itu, belanja daerah dari total anggaran Rp917,95 miliar terealisasi sebesar Rp827,59 miliar atau 90,15 persen. Adapun pembiayaan netto tercatat sebesar Rp20,44 miliar atau mencapai 100 persen dari target.
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026, tema pembangunan tahun 2025 difokuskan pada peningkatan tata kelola pemerintahan yang berdaya saing. Pemkot Baubau memprioritaskan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sebagai fondasi utama pembangunan.
“SDM menjadi fondasi untuk menunjang tahap pembangunan selanjutnya. Kami fokus pada peningkatan akses layanan pendidikan, pemerataan kualitas kesehatan, serta transformasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE),”katanya.
Selain itu, Pemkot Baubau mencatat sejumlah capaian pada indikator makro ekonomi dan sosial. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 79,61 poin menjadi 80,29 poin.
Selanjutnya, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 7,40 persen menjadi 6,83 persen. Tingkat pengangguran turut menurun menjadi 3,95 persen, sementara pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,48 persen. Capaian reformasi birokrasi pun meningkat dari 56,66 persen menjadi 67,99 persen.
Meski demikian, Pemkot Baubau juga mencatat sejumlah tantangan, di antaranya penurunan Indeks Persepsi Anti Korupsi dan peningkatan angka kriminalitas yang akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
Oleh karena itu, orang nomor dua di kota Baubau berharap dokumen LKPJ tersebut dapat ditelaah secara mendalam oleh anggota dewan. Rekomendasi, pandangan, dan saran dari DPRD dipandang sebagai catatan penting untuk perbaikan kinerja pemerintah di masa mendatang.
“Semua yang kita lakukan dilandasi semangat dan niat tulus untuk terus bekerja demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Kota Baubau ke depan,” pungkasnya.
Laporan: Alyakin
