Pemkot Baubau Mantapkan Langkah Efisiensi Menuju 2026


Baubau, madingsultra.com — Tahun fiskal 2025 menjadi momentum pembelajaran bagi banyak daerah di Indonesia, termasuk Kota Baubau. Penyesuaian kebijakan transfer dari pusat dan dorongan efisiensi fiskal menjadi ujian tersendiri bagi tata kelola pemerintahan daerah. Kini, Baubau bersiap melangkah ke tahun 2026 dengan strategi anggaran yang lebih terukur, disiplin, dan berorientasi hasil.
Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menegaskan arah kebijakan fiskalnya dengan semangat efisiensi dan konsolidasi kinerja. Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsina Bolu, M.Sc, menyebut tahun 2025 sebagai masa transisi penting yang menuntut ketegasan dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan.
“Kita sudah teruji dalam hal efisiensi anggaran. Tahun 2025 kita sudah lakukan dengan pola efisiensi, dan untuk 2026 kita berbaris lebih rapi. Anggaran yang ada akan kita optimalkan,” ujar Wa Ode Hamsina Bolu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, penyesuaian kebijakan dana transfer nasional merupakan sinyal bagi daerah untuk menyelaraskan visi pembangunan dengan karakter dan tanggung jawab lokal.
“Seperti barisan, dari pusat sampai ke daerah harus lurus. Ketika kebijakan pusat menyesuaikan, kita di daerah juga harus menyesuaikan. Tapi tetap dengan karakter dan tanggung jawab kita sendiri,” katanya.
Kepemimpinan H. Yusran Fahim bersama Wa Ode Hamsina Bolu membawa semangat pembaruan dalam tata kelola fiskal. Penyesuaian anggaran dipandang sebagai langkah bijak untuk memperkuat arah pembangunan jangka menengah yang berorientasi pada hasil.
“Masih ada tanggung jawab sampai akhir tahun yang harus diselesaikan. Kita menyesuaikan dulu agar di 2026 arah kebijakan lebih kuat dan fokus pada program strategis,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 telah disepakati bersama antara Pemkot dan DPRD pada 24 September 2025. Dalam Perda itu, total pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp898,98 miliar, terdiri dari Dana Transfer sebesar Rp741,98 miliar (82,58%), Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp142 miliar (15,8%), dan Lain-lain Pendapatan yang Sah sebesar 1,62%.
Angka tersebut memperlihatkan tingginya ketergantungan daerah pada transfer pusat, sekaligus menjadi pijakan penting bagi Baubau dalam menata kemandirian fiskal di tahun-tahun mendatang.
“Program yang sudah diwacanakan pemerintahan sebelumnya tetap kita lanjutkan. Kita tidak ingin ada yang terhenti di tengah jalan. Ketika ada perubahan anggaran, kita lakukan penyesuaian, bukan pembatalan,” tegas Hamsina Bolu
Dalam masa peralihan, Pemkot Baubau juga memperketat disiplin birokrasi dan evaluasi kinerja. “Evaluasi terhadap OPD dilakukan setiap tiga bulan. Kalau kerjanya lambat, kita tidak mungkin menambah beban baru. Kita ingin tutup tahun ini dengan pertanggungjawaban keuangan yang tuntas dan tepat waktu,” ucapnya.
Ia menambahkan, komunikasi lintas sektor diperkuat agar tidak ada celah miskomunikasi di tingkat pelaksana.
“Kita intens komunikasi, bahkan lewat Zoom, agar semua OPD tahu arah dan tanggung jawabnya. Kita ingin semua bergerak seirama, tidak ada yang tertinggal,” katanya.
Meski menghadapi dinamika fiskal, Baubau tetap tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat serapan anggaran terbaik di Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Kalau terserap semua itu luar biasa. Tapi kalau ada silpa, itu bukan masalah, justru tanda kehati-hatian dalam pengelolaan,” katanya.
Bagi Pemkot Baubau, efisiensi bukan sekadar penghematan. Ini adalah strategi membangun kepercayaan publik di masa transisi pemerintahan.
“Kita bekerja dengan hemat dan bertanggung jawab. Cita-cita besar tetap ada, tapi dengan anggaran terbatas kita harus pandai menyusun skala prioritas,” tuturnya.
Sikap ini mencerminkan bahwa politik anggaran Pemkot Baubau kini diarahkan pada keberlanjutan dan akuntabilitas, bukan sekadar mengejar serapan. Langkah efisiensi tahun 2025 menjadi pondasi politik pemerintahan baru dalam merancang program strategis 2026.
“Semua sudah kita antisipasi sejak awal, dari perubahan anggaran hingga arah kebijakan baru. Kita bergerak cepat,” tandasnya.
Dengan arah kepemimpinan yang semakin terkonsolidasi dan kebijakan fiskal yang disiplin, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau kini menatap tahun 2026 dengan optimisme baru. Pemerintahan saat ini bukan sekadar pelanjut kebijakan sebelumnya, melainkan penggerak perubahan menuju tata kelola anggaran yang lebih efisien, akuntabel, dan berdaya saing.
Langkah ini menjadi bukti bahwa konsolidasi politik dan efisiensi fiskal dapat berjalan seiring demi kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan Kota Baubau.
Laporan: Alyakin
