Pemkot Baubau Luruskan Isu Honorer “Siluman” P3K Paruh Waktu

0
Pemkot Baubau Luruskan Isu Honorer “Siluman” P3K Paruh Waktu
👁️ 10 dibaca
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darusalam.

Baubau, madingsultra.com — Pemerintah Kota (Pemkot ) Baubau membantah adanya honorer “siluman” dalam hasil kelulusan PPPK Paruh Waktu 2025. Polemik yang muncul hanyalah dampak dari kesalahan teknis sistem penginputan data, bukan manipulasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darusalam, menjelaskan klarifikasi tersebut menyusul sorotan publik terhadap tiga nama yang lulus pada formasi Operator Layanan Operasional BPBD Kota Baubau yakni Hastia, Hasina, dan Rosida.

“Secara administrasi mereka memenuhi syarat dan terdaftar sebagai honorer resmi. Namun terjadi kesalahan penempatan saat proses pengumuman,” jelasnya, Selasa (16/12/2025).

Mantan kadis Dispora itu mengungkapkan, seluruh dokumen verifikasi, termasuk Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari lurah masing-masing, tercatat dalam database BKPSDM Kota Baubau, sehingga menjadi dasar bahwa ketiganya bukan tenaga fiktif tetapi honorer aktif yang selama ini bertugas di kelurahan, bukan di BPBD.

Kesalahan sistem, lanjutnya, juga ditemukan pada sejumlah data lain, seperti ketidaksesuaian penulisan gelar pendidikan dalam pengumuman kelulusan.

“Masalahnya bukan hanya penempatan, ada juga data akademik yang keliru terbaca sistem. Karena itu kami pastikan isu honorer siluman tidak benar,” tegasnya.

Olehnya itu, Pemkot Baubau menginstruksikan BKPSDM untuk berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna melakukan koreksi dan sinkronisasi data.

“Penempatan ketiga honorer akan disesuaikan kembali dengan unit kerja asalnya,” ujarnya.

Disisi lain, pihaknya menilai wajar apabila pimpinan BPBD merasa tidak mengetahui nama-nama tersebut, sebab usulan mereka memang berasal dari kelurahan. “SPTJM mereka ditandatangani lurah, bukan Kepala BPBD,” tambahnya.

Ia berharap persoalan ini tidak terus digiring ke arah spekulasi yang merugikan honorer. “Ini persoalan teknis, bukan kesengajaan, apalagi manipulasi. Para honorer juga menjadi pihak yang dirugikan,” pungkasnya. (Adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *