Layanan Sampah Baubau Tersendat Tiga Hari, DLH Pastikan Kembali Normal


Baubau, madingsultra.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau memastikan layanan pengangkutan sampah kembali berjalan normal setelah sempat tersendat selama tiga hari di awal tahun anggaran akibat keterlambatan penyediaan BBM kendaraan operasional.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, Amiruddin, menjelaskan bahwa persoalan pelayanan pengangkutan sampah yang terjadi tidak disebabkan oleh pihak SPBU maupun Pertamina melainkan berkaitan dengan proses administrasi anggaran yang masih berjalan di awal tahun.
“Jadi sebenarnya permasalahan kita ini bukan di SPBU atau Pertamina. Kendalanya ada pada kita, karena anggaran BBM di awal tahun masih dalam proses, sehingga terjadi keterlambatan pembayaran,” kata Plt Kepala DLH Kota Baubau, Amiruddin ketika dikonfirmasi sejumlah awak di kantor DLH, Rabu (07/01/2026).
Kata dia, kendaraan operasional pengangkut sampah sudah mulai diisi BBM dan kembali beroperasi di lapangan. “Insyaallah, hari ini kendaraan operasional sudah mulai diisi BBM,” ujarnya.
Setelah pengisian BBM, petugas kebersihan kembali melakukan pengangkutan sampah di wilayah Kota Baubau. DLH menargetkan pelayanan kembali berjalan maksimal sesuai jadwal.
“Insyaallah, hari ini dan besok pengangkutan sampah sudah mulai maksimal, sesuai jadwal pagi, siang, dan sore,” tambahnya.
Selain persoalan operasional, DLH juga menerima keluhan dari petugas kebersihan terkait keterbatasan alat penunjang kerja, seperti keranjang sampah dan peralatan dasar lainnya.
“Kami merespons permintaan teman-teman petugas kebersihan karena itu mendukung kinerja DLH. Dengan kemampuan anggaran yang ada, peralatan dasar memang harus kita penuhi,” katanya.
Atas kondisi tersebut, pihak DLH menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Baubau atas pelayanan persampahan yang belum maksimal di awal tahun.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat Kota Baubau. Kondisi ini bukan faktor kesengajaan,” pungkasnya.
Sementara itu, sopir pengangkut sampah DLH Baubau, La Basiru, menegaskan bahwa para petugas kebersihan tidak pernah melakukan aksi mogok kerja.
“Dari kami sebagai sopir pengangkut sampah, kami tidak mogok kerja. Masalahnya hanya karena keterlambatan anggaran untuk pembelian BBM jenis solar, sehingga sampah menumpuk dan tidak bisa diangkut,” jelasnya.
La Basiru menyebut kondisi serupa hampir selalu berulang setiap pergantian tahun, khususnya dari bulan Desember hingga awal Januari, bukan karena petugas enggan bekerja melainkan akibat tidak tersedianya BBM, sehingga ia berharap persoalan tahunan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah termasuk DPRD Kota Baubau.
“Tadi ada anggota DPRD, kami minta agar persoalan setelah bulan Desember sampai Januari ini dipikirkan. Kami selalu siap bekerja jika BBM dan peralatan penunjang tersedia, “ujarnya.
Selain persoalan operasional, sebagian petugas kebersihan juga berharap adanya perhatian terhadap aspek kesejahteraan dan kepastian keberlanjutan kerja, termasuk terkait kebijakan PPPK Paruh Waktu, mengingat banyak di antara mereka telah mengabdi selama 10 hingga 15 tahun namun belum memperoleh kejelasan kebijakan lanjutan.
“Kalau kami tidak lolos, berarti kami tidak dilihat oleh pemerintah. Kami ini landasan kota Baubau. Saya sendiri sudah 11 tahun mengabdi,” katanya.
Petugas kebersihan juga menyoroti persoalan kesejahteraan. Pasalnya, wali kota sebelumnya menjanjikan kenaikan gaji namun sampai sekarang belum terwujud.
“Dulu dijanjikan ada kenaikan gaji, tapi sampai hari ini belum ada realisasi,” tutup.
Laporan: Alyakin
