Jelang Idul Fitri, Sampah Meningkat dan Petugas Tetap Bekerja, Wali Kota Baubau Beri Perhatian

0
Jelang Idul Fitri, Sampah Meningkat dan Petugas Tetap Bekerja, Wali Kota Baubau Beri Perhatian
👁️ 36 dibaca
Plt Kepala DLH Kota Baubau, Amiruddin S.Kel., M.Si. (Foto: Alyakin)

Baubau, madingsultra.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, wajah Kota Baubau tak hanya diwarnai aktivitas belanja masyarakat, tetapi juga lonjakan volume sampah di sejumlah titik. Di balik kondisi itu, ada kerja sunyi petugas kebersihan yang tetap bertugas tanpa henti.

Lonjakan Sampah Jelang Lebaran

Plt Kepala DLH Kota Baubau Amiruddin S.Kel., M.Si menjelaskan bahwa peningkatan volume sampah mulai terlihat sejak pertengahan Ramadan. Aktivitas pasar yang semakin ramai berdampak langsung pada jumlah sampah harian yang harus ditangani petugas kebersihan di lapangan.

“Pada hari biasa dan awal Ramadan, volume sampah berkisar dua sampai enam ton per hari. Memasuki 15 sampai 10 hari menjelang Idul Fitri, meningkat hampir dua kali lipat hingga sekitar 12 ton per hari,” jelas Amiruddin ketika dikonfirmasi madingsultra.com di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026).

Peningkatan ini paling terasa di pasar tradisional seperti Pasar Wameo dan Pasar Karya Nugraha. Tumpukan sampah didominasi bahan organik, mulai dari sisa sayuran, kulit buah, hingga batok kelapa yang menjadi bagian dari aktivitas jual beli masyarakat setiap harinya.

Layanan Tetap Jalan, Armada Berkurang

Di tengah lonjakan tersebut, pelayanan kebersihan tetap berjalan. Namun, jumlah armada pengangkut sampah mengalami penyesuaian saat hari raya, menyesuaikan kondisi operasional dan aktivitas di lapangan selama momentum Idul Fitri.

“Pada hari biasa armada bisa mencapai sekitar 20 unit, sementara saat lebaran berkurang menjadi sekitar lima unit,” kata Amiruddin, menggambarkan perbedaan signifikan dalam dukungan operasional.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama saat produksi sampah meningkat tajam menjelang hari raya.

“Kami meminta masyarakat agar sampah rumah tangga disimpan terlebih dahulu dalam kemasan yang rapi di dalam rumah, tidak langsung dibuang ke luar supaya tidak berserakan di jalan dan mengganggu keindahan kota,” ungkapnya.

Petugas Tetap Bekerja di Hari Raya

Di balik upaya menjaga kebersihan kota, terdapat dedikasi tinggi para petugas kebersihan yang tetap bekerja saat masyarakat merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Mereka menjalankan tugas rutin tanpa banyak sorotan, namun memiliki peran penting bagi wajah kota.

“Petugas kebersihan hanya libur dua hari dalam setahun, yaitu hari pertama dan kedua Idul Fitri. Selebihnya, termasuk Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, mereka tetap bertugas,” jelas Amiruddin.

Sebagai bentuk apresiasi, DLH memberikan insentif khusus kepada petugas yang tetap bekerja saat hari raya. Kebijakan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka selama ini.

“Kami berikan insentif sebesar satu bulan gaji bagi petugas yang tetap bertugas saat Idul Fitri,” tambahnya.

Bantuan Wali Kota untuk Petugas Kebersihan

Perhatian terhadap petugas kebersihan juga datang dari Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim yang memberikan bantuan berupa 300 paket beras ukuran lima kilogram sebagai bentuk kepedulian terhadap para pekerja lapangan tersebut.

“Bantuan tersebut diberikan kepada sopir truk sampah, buruh sampah, penyapu jalan, hingga pramutaman,” ujar Amiruddin menjelaskan sasaran bantuan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di rumah jabatan Wali Kota Baubau, didampingi Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu dan Sekda La Ode Darussalam bersama sejumlah kepala OPD, sebelum kemudian disalurkan kepada para petugas.

Solidaritas dari Berbagai Pihak

Selain pemerintah, dukungan juga datang dari berbagai pihak yang menunjukkan kepedulian terhadap petugas kebersihan di Kota Baubau. Bantuan ini menjadi bentuk solidaritas atas peran penting mereka dalam menjaga lingkungan.

“Ada juga bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia Kota Baubau, Alumni SMAN 1 Baubau angkatan 1995, serta keluarga Wajo Lamangga,” jelas Amiruddin.

Secara keseluruhan, bantuan tersebut disalurkan kepada 514 petugas kebersihan yang tersebar di berbagai titik pelayanan kebersihan di Kota Baubau.

Inisiatif yang Lahir dari Kedekatan

Amiruddin mengungkapkan bahwa bantuan dari Wali Kota Baubau merupakan inisiatif pribadi yang lahir dari interaksi langsung dengan petugas kebersihan, bukan sekadar program formal yang direncanakan sebelumnya.

“Sekitar satu minggu sebelum penyerahan, Pak Wali berdiskusi langsung dengan petugas dan menyampaikan rencana bantuan tersebut. Ini merupakan bantuan pribadi beliau,” ungkapnya.

Bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh para petugas kebersihan, terutama karena diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah, petugas sangat senang dan merasa terbantu,” tambahnya.

Di Balik Kota yang Tetap Bersih

Menjelang Idul Fitri yang identik dengan kebahagiaan dan kebersamaan keluarga, petugas kebersihan bersiap tetap menjalankan tugas seperti biasa. Sejak pagi, mereka akan menyusuri jalanan kota untuk memastikan Baubau tetap bersih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Lonjakan sampah, keterbatasan armada, hingga waktu istirahat yang minim menjadi bagian dari ritme kerja yang akan mereka hadapi. Namun pekerjaan itu tetap dijalankan dengan disiplin, sebagai komitmen menjaga wajah kota tetap nyaman dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

Di sisi lain, dukungan dari pemerintah dan masyarakat menjadi penanda bahwa kerja-kerja tersebut tidak sepenuhnya terabaikan. Bantuan yang diberikan menghadirkan makna penghargaan atas peran penting yang selama ini berjalan di balik layar.

Pada akhirnya, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab petugas semata, melainkan cerminan kesadaran bersama. Momentum Idul Fitri menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap individu dalam kehidupan sehari-hari.

Laporan: Alyakin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *