Jalan Lingkar Puluhan Miliar Retak dan Ambruk di Titik yang Sama, Ketua DPRD: Dipicu Longsor


Baubau,madingsultra.com – Mega proyek jalan lingkar yang selesai dikerjakan kontraktor pada 2023 kembali mengalami kerusakan di titik yang sama pada tahun 2025, dengan kondisi ruas jalan retak, ambruk, dan nyaris putus. Ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri menyebut kerusakan ini dipicu oleh longsor.
“Betul, jadi memang,saya sendiri kemarin sudah melakukan tinjaun lapangan soal itu, memang beberapa titik ini sudah berapa kali, dia longsor, sudah juga di lakukan perbaikan, nah sekarang juga kembali longsor.” kata ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri ketika di temui madingsultra.com di ruang kerjanya, Rabu (19/11/2025)
Kerusakan titik yang sama tidak lagi dianggap normal oleh Ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri. Sehingga diperlukan kajian teknis khusus. Olehnya itu, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak pemkot Baubau, sehingga Ketika dibenahi kembali ruas jalan tidak retak dan ambruk.
“Saya coba komunikasi dan diskusi dengan pemerintah daerah, betul-betul kita kaji secara teknis, ketika lakukan pembenahan itu betul-betul tidak lagi terjadi, longsor, itu yang harus kita lakukan. kalau sekarang kita mau membenahi lagi pada akhirnya juga longsor, itu buang-buang anggaran kita.” katanya.
Menurutnya, jika jalan diperbaiki tanpa solusi yang tepat dan saat musim ekstrem datang, jalan akan mengalami kerusakan akibat longsor. Setiap tahun anggaran harus kembali digelontorkan di titik yang sama. Hal ini yang tidak di inginkan ketua DPRD Kota Baubau.

“Karena kalau seandainya kita coba benai saja dan musim ekstrim lagi bisa longsor, pada akhirnya setiap tahun kita keluarkan anggaran di titik ini. harapan saya ketika kita ingin lakukan pembenahan sudah tidak terjadi lagi longsor seperti itu.” katanya.
Polikus Golkar menilai, sejak awal pihak ketiga (Kontraktor-Red) telah melaksanakan pekerjaan sesuai bestek dan perencanaan yang telah disusun, Namun hal yang perlu di kaji kembali adalah perencanaannya atau hal lain yang mungkin menjadi penyebab masalah.
“Ya betul, dari awal memang kalau saya lihat dan yakin pihak ketiga sudah melaksanakan sesuai dengan bestek yang ada ya, sesuai apa yang ada di dalam perencanaan, nah ini yang harus kita kaji apakah perencanaannya salah atau seperti apa.” tegasnya.
Ia menambahkan, pekerjaan proyek tersebut tidak mungkin dilaksanakan tanpa pengawasan, karena di lapangan sebab ada pengawas yang memantau proses pelaksanaannya, sehingga (Kontraktor-Red) mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Pasalnya, sejak awal proyek jalan lingkar mendapat perhatian banyak pihak.
“Tidak mungkin mereka melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prosedur atau tahapan-tahapan sudah sesuai dan terakhir itu yang saya tahu pada prosesnya ada pemdapingan kejaksaan, kalau ada pemutusan saya tidak pantau saat itu.” katanya.
Pengawasan DPRD kota baubau terhadap pembangunan mega proyek sudah dilakukan sejak tahap PHO, Dimana saat itu Ardin Jufri masih menjabat Ketua Komisi II, dan pihaknya bersama Ketua DPRD sebelumnya, H. Zahari turun meninjau langsung di lokasi ketika jalan terjadi longsor.
“Malah saya masih ada dokumentasinya kita awaasi prosesnya, saya sendiri kesana, pada saat longsor itu saya juga ada disana, dan tanya kontraktor dan pihak ketiganya, saya ada di tempat. dan saya periksa proses kegiatannya pada saat itu.” katanya.

Menanggapi keluarnya surat perintah penyidikan (Sprindik) dari Polda Sultra pada tahun 2023 atau sudah dua tahun tapi belum ada tersangka?, ia menyatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan ranah aparat penegak hukum (APH).
“Kalau itu proses APH ya, tentunya itu menjadi rana mereka, tentunya APH menjalankan tugasnya, kalau emang ada dugaan-dugaan penyimpangan disana.” katanya.
Dalam posisi ini, ia menjelaskan DPRD hanya menunggu dan tidak menjalin koordinasi dengan Polda Sultra. Namun, DPRD tetap memantau perkembangan setelah pekerjaan selesai, termasuk sudah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR menyampaikan, PT Merah Putih Alam Lestari dan PT Meutia Segar telah diperiksa Inspektorat dan kepolisian. Dari pemeriksaan itu ditemukan kerugian negara yang kemudian dikembalikan ke kas daerah oleh kedua perusahaan tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Baubau, Ardin Jufri, menyampaikan terdapat dua badan pemeriksa keuangan yang diakui negara, yakni Inspektorat dan BPK, dan DPRD memantau hasil pemeriksaan keduanya, ketika ada temuan, pihak ketiga wajib melakukan pengembalian.
“Sepanjang pantauan dan pengawasan kami, pihak ketiga sudah melakukan pengembalian. kalau setelah itu anggap selesai. karena saya yakin mereka yang lebih berkopenten untuk melakukan pemeriksaan. posisi DPRD harus memastikan bahwa uang APBD betul betul dilaksanakan sesuai atrun yang ada.” katanya.
Beda halnya kalau ada anggaran yang tak dilaksanakan atau tidak dikembalikan. Kata dia, DPRD berkewajiban melakukan pengawasan serta memastikan pekerjaannya dan diselesaikan, tetapi apabila ada pihak lain atau aparat penegak hukum (APH) yang masih menilai terdapat kerugian negara, hal itu menjadi ranah yang berbeda.
“Harapanya kita semua, baik pemerintah, pihak ketiga tetap melakukan kegiatan yang betul-betul sesuai aturan,regulasi yang ada, karena ketika tidak dilakukan sesuai aturan,regulasi. Tentuhnya kami fungsi pengawasan akan jalan, dan kami akan menegur semua pihak-pihak yang melanggar aturan.” katanya.
Meski jalan lingkar mengalami kerusan serius, DPRD Baubau tidak lagi memanggil pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Baubau maupun kontraktor sebab pekerjaan telah diselesaikan sesuai kontrak kerja. Ketika Pihaknya menjabat sebagai komisi II sudah memanggil pihak terkait diantaranya perencana, pengawas, PPK, Inspektorat, Keuangan, Bappeda dan sekda.
“Saat saya jadi ketua komisi, saya sudah panggil semuanya. kalau ada penyelewengan tentuhnya lain lagi. untuk sekarang tidak lagi di panggil karena pihak ketiga sudah selesai sebenarnya tugasnya, sudah melakukan pengembalian, untuk Evaluasi, kalau itu sejak dari awal kita sampaikan, dari pak andi Hamza (Kadis PUPR) dengan Abdul Karin, kita sudah sampaikan, dari awal kita sudah sampaikan.” tandasnya.
Laporan: Alyakin
