Disnaker Terbitkan 917 Kartu AK1, Dua Perusahaan Malaysia Rekrut 200 Warga Baubau

0
Disnaker Terbitkan 917 Kartu AK1, Dua Perusahaan Malaysia Rekrut 200 Warga Baubau
๐Ÿ‘๏ธ 43 dibaca
Kabid Penempatan, Pelatihan, dan Pengembangan Tenaga Kerja Disnaker Kota Baubau, Masful Zydi Ibrahim, S.Pd., M.M.

Baubau,madingsultra.com โ€” sepanjang Januari hingga September 2025, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Baubau mencatat sebanyak 917 warga telah mengurus kartu Angkatan Kerja (AK1) . Kartu ini menjadi salah satu persyaratan utama bagi pencari kerja, baik untuk melamar di perusahaan lokal, luar daerah, maupun diluar negeri.

Kabid Penempatan, Pelatihan, dan Pengembangan Tenaga Kerja Disnaker Kota Baubau, Masful Zydi Ibrahim, S.Pd., M.M., mengatakan, sebanyak 917 kartu AK1 telah diterbitkan sejak Januari hingga September 2025

โ€œUntuk tahun ini, data sementara sampai September sekitar 917 kartu. Nanti akhir tahun kami rilis jumlah pastinya apakah mengalami peningkatan atau tidak,โ€ kata Masful Zydi Ibrahim ketika ditemui madingsultra.com di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2025).

Disnaker Baubau sebagai instansi yang menangani urusan ketenagakerjaan menyediakan layanan penerbitan kartu Angkatan Kerja atau Kartu AK1, yang dulu dikenal sebagai kartu kuning, secara gratis. Kata dia, setiap tahun jumlah pemohon kartu ini bervariasi, kadang meningkat dan kadang menurun sesuai kebutuhan masyarakat.

Pada tahun sebelumnya, lanjutnya, kartu AK1 yang diterbitkan mencapai angka seribuan lebih. Bahkan pada 2023 jumlahnya meningkat. Hal ini karena minat warga Baubau untuk bekerja di sektor pertambangan, seperti di Weda dan Morowali.

“Sebenarnya salah satu prasyarat untuk mengambil kartu angkatan kerja atau AK1 itu adalah warga yang memiliki KTP usia 17 tahun katas,” katanya.

Di sisi lain, warga dari kabupaten Busel, Buton, atau Buteng harus terlebih dahulu mengurus perpindahan domisili untuk bisa mendapatkan Kartu AK1 di Disnaker kota baubau. Tahun ini Sekitar 1 persen pendaftar berasal dari kabupaten tersebut, dan mereka telah mengurus perpindahan domisili sebelum mengurus kartu AK1.

“Penerbitan Kartu AK1 mayoritas berasal dari kelompok usia produktif, terutama 17โ€“40 tahun. Meski syarat pengurusan AK1 minimal memiliki KTP, usia 17 tahun ke atas tetapi yang terbanyak pada usia 25โ€“40 tahun.” ungkapnya.

Biasanya, kata dia, lulusan perguruan tinggi pada usia 24โ€“25 tahun banyak yang datang untuk mengurus Kartu AK1 untuk mencari pekerjaan, sementara kelompok usia 17โ€“24 tahun tercatat lebih sedikit karena sebagian masih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Dari sisi pendidikan, ia menambahkan, pengurusan kartu AK1 didominasi lulusan SMA dan SMK karena mereka tidak ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan lebih tertarik bekerja di sektor pertambangan.

“Yang sering mengurus itu kebanyakan lulusan SMA, SMK, rata rata tidak melanjutkan kuliah, bisanya langsung mencari pekerjaan, makanya ada yang langsung pergi di tambang ini, SMK memang mendominasi, karena di tambang juga membutuhkannya” katanya.

Tahun ini, Disnaker di bawah kepemimpinan Mohamat Abduh menggelar job fair yang diikuti 15 perusahaan, sekitar 500 lowongan kerja dibuka untuk warga Baubau. Diantaranya, Indomaret, Alfamidi, Hotel Zenit, dan Lipo Hypermart. Yang menarik, terdapat juga dua perusahaan asal Malaysia yang membuka peluang kerja dan mempekerjakan sekitar 200 tenaga kerja Baubau secara legal.

Olehnya itu, pihak Disnaker akan menindaklanjuti dengan mengumpulkan informasi setelah warga Baubau yang mendaftar diterima menjadi karyawan di perusahaan. Salah satu perusahaan tersebut adalah PT Arwana dari Malaysia, yang mempekerjakan sekitar 200 warga Baubau secara resmi sebagai tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

“Baru-baru ini kami menggelar kegiatan job fair, ada 15 perusahaan membuka lowongan kerja dan menerima sekitar 500 karyawan. Sebagian besar perusahaan berada di Baubau, namun ada juga dua perusahaan dari luar negeri. Mereka merekrut sebanyak-banyaknya tenaga kerja warga Baubau yang bekerja di Malaysia, semuanya melalui prosedur resmi dan legal, bukan secara ilegal,” katanya.

Proses pembuatan kartu kini semakin mudah karena sudah tersedia layanan online, meskipun warga tetap bisa datang langsung ke kantor Disnaker jika mengalami kendala jaringan.
โ€œKendala sejauh ini tidak signifikan. Kalau jaringan bermasalah, silakan datang ke kantor, kami bantu prosesnya,โ€ ujarnya.

Masful Zydi Ibrahim menghimbau masyarakat yang ingin mencari pekerjaan agar rutin mengunjungi Disnaker, karena banyak informasi lowongan kerja yang tersedia melalui instansi ini. Ia juga mendorong lulusan baru SMA, SMK, maupun sarjana untuk tidak ragu langsung mengambil Kartu Angkatan Kerja (AK1), karena layanan ini disediakan secara gratis.

“Kartu AK1 merupakan salah satu syarat untuk bekerja di perusahan. Karena Penerimaan rekrutmen tenaga kerja di perusahan apa saja mempersyaratkan kartu angkatan kerja, disamping ijazah, pengalaman kerja dan lain sebagainya.” tandasnya

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *