Diduga IPAL Tak Sesuai Standar, Operasional SPPG Murhum Dihentikan


Baubau, madingsultra.com — Aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Murhum Kota Baubau mendadak terhenti. Penghentian ini diduga berkaitan dengan persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.
Sejak Kamis, 2 April 2026, dapur MBG pada satuan SPPG Murhum yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Lamangga, tidak lagi menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mengingat fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan penyediaan makanan, khususnya bagi anak-anak.
Kepala SPPG Murhum, Wawan, belum memberikan penjelasan rinci terkait penghentian operasional tersebut.
“Saya tidak bisa, kecuali ada arahan dari atasan,” katanya singkat ketika ditemui madingsultram.com di dapur SPPG Murhum, Selasa 7 April 2026.
Pantauan media ini di lapangan, tidak adanya aktivitas produksi. Hanya terlihat dua orang pegawai, barang-barang produksi makanan tersusun rapi sementara kendaraan operasional terparkir depan SPPG Murhum, tanpa kegiatan yang jelas.
Di sisi lain, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa telah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Pusat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes ) Kota Baubau. Pemeriksaan ini diduga berkaitan dengan kelayakan pengelolaan limbah di fasilitas tersebut.
Seorang ibu rumah tangga di Baubau, Maya, menilai persoalan standar dalam tempat produksi makanan seharusnya menjadi perhatian serius, terlebih jika berkaitan dengan program pemerintah.
“Kalau memang belum sesuai standar, tentu ini harus jadi perhatian. Apalagi ini menyangkut konsumsi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, Yuslina S Kes Msi mengakui bahwa pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan dampak, terutama terhadap lingkungan.
“Pastinya ada dampak terhadap lingkungan,” ungkap Kabid (P2P) Dinkes Kota Baubau, Yuslina SKM MSI ketika dikonfirmasi madingsultra.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/4/2026).
Namun demikian, saat ditanya lebih jauh terkait potensi dampak kesehatan yang mungkin timbul, pihaknya belum memberikan penjelasan lebih rinci.
Situasi ini pun menyisakan tanda tanya, sekaligus menjadi perhatian publik terhadap standar operasional fasilitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Laporan: Alyakin
