Beras Premium di Indomaret Rusak Saat Dicuci, BPOM Baubau Koordinasi OPD Turun Investigasi

0
Beras Premium di Indomaret Rusak Saat Dicuci, BPOM Baubau Koordinasi OPD Turun Investigasi
👁️ 90 dibaca
Kepala Balai POM Kota Baubau, Ryanperi Kusuma. (Foto:Alyakin)

– Indomaret Akui tak ada pengawasan pemerintah daerah

Baubau, madingsultra.com — Soal keluhan warga terkait beras premium yang dibeli di gerai Indomaret hancur saat dicuci. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Baubau bakal menelusuri toko Indomaret tepatnya Jln Bataraguru dengan instansi terkait, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan)

Kepala Balai POM Kota Baubau, Ryanperi Kusuma, mengaku baru mengetahui adanya keluhan warga soal beras yang di beli di Indomaret hancur saat di cuci.

“Di baubau ada tim kordinasi pengawasan pangan, nanti kami akan menelusurinya,” kata kepala Balai POM, Ryanperi Kusuma ketika ditemui madingsultra.com di kantornya, Senin (22/12/2025).

Menurutnya, beras premium yang dibeli warga di Indomaret termaksuk kategori Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), sehingga pengawasan utamanya tidak berada dalam kewenangan Balai POM melainkan pada instansi yang menjadi leading sektor pengawasan PSAT.

“Untuk kategori beras ini (Larisst-Red)
masuk kategori Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Dan tentunya beras yang sudah di kemas ini di perdagangkan. Kami kordinasikan dengan leading sektor terkait yang memang memiliki wewenang utama pengawasan PSAT.” katanya.

Dalam penanganan kasus ini, Balai POM tidak mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen, melainkan pada regulasi yang menjadi ranah kewenangannya, seperti program AMPUH, Undang-Undang Sediaan Farmasi, Undang-Undang Kesehatan, sementara Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Pangan yang berkaitan dan undang-undang konsumen, ranahnya di OPD Lain.

“Nanti kami coba kordinasi dulu tim pangan apakah ada kaitannya dengan pasal disana (undang-undang konsumen -Red)” tegasnya.

Terkait mutu pengelolaan pangan, Balai POM memiliki kewenangan pengawasan. Namun pengawasan PSAT dilakukan berdasarkan standar yang ditetapkan instansi teknis terkait.

“Berkaitan dengan pengujian mutu pangan dilakukan Balai POM tetapi kalau PSAT itu mungkin instansi terkait atau leading sektor, kasus ini.” katanya.

Tanggung jawab suatu produk pangan, kata dia, perlu ditelusuri lebih jauh misalnya, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Dalam pengawasan pangan olahan, Balai POM mengenal prinsip cara pengelolaan pangan yang baik.

“Dari sisi produsen, ketika mau produksi ada standar yang harus dipenuhi. Itu berpengaruh pada hasil produk. Kemudian ada juga proses pendistribusian,” jelasnya.

Piihaknya menjelaskan, mutu produk pangan ditentukan dari proses distribusi pengantaran, penyimpanan di gudang, hingga penyimpanan di toko atau ritel modern.

“Misalnya saat pengiriman atau penyimpanan dalam kondisi lembab, terkena cairan kimia, atau faktor cuaca, itu bisa berpengaruh terhadap kualitas pangan,” ujarnya.

Kendati demikian, bila selesai penelusuran di gerai Indomaret soal keluhan warga tentang beras rusak saat di cuci, Balai POM Baubau tidak akan menyampaikan hasil di publik.
Pasalnya, Balai POM yang dipimpin Ryanperi Kusuma tidak memiliki wewenang.

“Kalau itu, dibuka di publik hasilnya atau tidak, kayaknya bukan wewenang kami, itu wewenang leading sektor,” pungkasnya.

Terpisah, Asisten Kepala Toko Indomaret, Muktakbar mengakui, beras premium yang dikeluhkan warga merupakan stok terakhir dan saat ini sudah habis.

“Masih dijual, tapi barangnya sudah habis. Itu beras terakhir,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (22/12/2025).

Ia menyebut, barang dan beras jenis larisst dengan sistem pengiriman melalui jalur Makassar, Kendari, hingga Baubau menggunakan mobil besar. Olehnya itu, Ia menduga beras tersebut rusak akibat tertindis barang lain saat proses distribusi di kota Baubau.

ia juga mengaku tidak ada pengawasan langsung dari pemerintah daerah saat barang tibah di Baubau, namun pengecekan di lakukan pihak perusahaan.

Menurutnya, pengiriman beras di Indomaret Baubau tidak dalam jumlah besar, hanya sekitar 25 kilogram per pengiriman dan tidak dalam skala berton-ton.

“Kalau ada beras atau barang apa pun yang bermasalah, silakan dikembalikan ke toko. Kami terima dan pasti kami ganti,” tegasnya.

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *