Bahlil Temui Purbaya, Kompensasi Listrik dan BBM Siap Cair Bulan Ini


Jakarta,Madingsultra.com â Pemerintah memastikan percepatan pembayaran kompensasi listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tertunda sejak tahun lalu. Kepastian ini muncul usai pertemuan antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
âkami bahas percepatan pembayaran kompensasi dari listrik dan BBM. Pertemuan tadi sudah clear,â ujar Bahlil usai rapat dikutip beritasatu.com.
Menurut Bahlil, pertemuan tersebut memfinalkan pembayaran kompensasi listrik dan BBM tahun anggaran 2024. Sementara untuk kuartal I dan II tahun 2025, mekanisme dan besaran pembayaran juga telah disepakati.
âIntinya, kami mempercepat agar Menteri Keuangan bisa segera membayar BUMN yang menangani kompensasi BBM dan listrik,â tambahnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pembayaran tunggakan subsidi dan kompensasi akan dilakukan bulan Oktober ini. Nilai yang akan dicairkan mencapai Rp55 triliun, mencakup kompensasi untuk triwulan I dan II 2025.
âNanti bulan Oktober 2025, triwulan pertama dan kedua akan kami bayarkan penuh,â kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (30/9/2025).
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman menambahkan, angka tersebut merupakan hasil final audit untuk kuartal I 2025. Sedangkan pembayaran kuartal II masih menunggu penyelesaian audit anggaran.
Pemerintah mengalokasikan Rp496,8 triliun dalam APBN 2025 untuk subsidi dan kompensasi energi, meski realisasi tahun ini diproyeksikan sedikit lebih rendah, sekitar Rp479 triliun.
Hingga 31 Agustus 2025, realisasi penyaluran subsidi dan kompensasi telah mencapai Rp218 triliun, atau sekitar 43,7% dari total pagu. Rinciannya, subsidi jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) dan LPG 3 kilogram mencapai Rp57,8 triliun, atau 53,5% dari target Rp108 triliun. Nilai tersebut mencakup Rp57 triliun subsidi tahun berjalan dan Rp800 miliar untuk kekurangan pembayaran tahun sebelumnya.
Sementara itu, kompensasi BBM telah dibayarkan Rp31,1 triliun, yang merupakan kekurangan pembayaran tahun 2024 sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adapun subsidi listrik terealisasi sebesar Rp50,1 triliun atau 55,9% dari pagu Rp89,7 triliun, mencakup pembayaran JanuariâJuli 2025 serta sisa kurang bayar tahun 2023. Untuk kompensasi listrik, realisasi mencapai Rp37,5 triliun guna menutup beban kompensasi triwulan IV 2024. (adm)
