Arif Belum Ditemukan, Warga dan Tim SAR Terus Menyisir Laut Buton Tengah


Baubau, madingsultra.com — Suasana haru menyelimuti pesisir perairan Baruta, Tolandona, Kabupaten Buton Tengah, saat warga dan keluarga korban terus memanggil-manggil nama Arif Kurniawan, staf PDAM Baubau yang hilang setelah perahunya terbalik diterjang arus. Sejak pagi, sejumlah warga berkumpul di sekitar jembatan, menanti kabar terbaru dari tim pencarian.
Panggilan lirih seperti, “Arif… pulangmi… Arif…” terdengar berulang di antara hembusan angin dan suara mesin perahu. Di kejauhan, perahu-perahu nelayan serta armada SAR menyisir titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir Arif terlihat sebelum terseret arus kuat.
Plt Direktur PDAM Baubau, Mursiddin S.Sos, menjelaskan bahwa musibah itu terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Sebelum berangkat, Arif sempat diminta ayahnya untuk tidak memancing dan diminta mengantar orang tuanya ke kebun. Permintaan itu dipenuhi.
Namun, sekitar pukul 08.00 Wita, Arif kembali ke rumah setelah sepupunya dari Ambon datang dan mengajaknya memancing. Mereka kemudian berangkat santai ke perairan Baruta,Tolandona menggunakan dua perahu, masing-masing ditumpangi dua orang.
Setibanya di lokasi, arus kuat dan ombak besar menghantam perahu Arif hingga terbalik. Mereka sempat mencoba menepi, namun kembali terjebak di arus. Dari empat orang dalam dua perahu tersebut, tiga berhasil selamat, setelah ditolong warga yang melintas dan langsung dibawa ke Puskesmas Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah. Salah satu korban bahkan mengalami syok berat sehingga sulit berkomunikasi.
Sementara itu, Arif Kurniawan tidak terlihat lagi sejak perahu mereka terbalik dan kini masih dalam pencarian.

Di tengah upaya pencarian, beredar kabar di media sosial bahwa dua pegawai PDAM Baubau hilang saat melakukan tugas pemasangan pipa di laut. Informasi ini langsung dibantah tegas oleh Plt Direktur PDAM Baubau.
“Staf PDAM yang mengalami musibah ini bukan dalam rangka tugas kantor. Mereka hari libur, pergi memancing, bukan sedang bekerja memasang pipa laut,” tegas Mursiddin saat ditemui madingsultra.com di Kantor PDAM Baubau, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan di luar aktivitas PDAM dan tidak terkait pekerjaan instansi.
PDAM Baubau, kata Mursiddin, telah menugaskan sejumlah pegawai untuk membantu pencarian di lapangan, termasuk menggunakan perahu kecil (spit) guna menyisir area perairan.
“Harapan kami, tim SAR dan semua pihak yang mencari dapat segera menemukan Arif Kurniawan dalam kondisi selamat. Upaya pencarian terus dilakukan,” ujarnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, tim SAR bersama Polri, TNI, masyarakat, serta pegawai PDAM masih menyisir wilayah perairan Baruta Tolandona, serta masyarakat setempat. Beberapa anggota keluarga berdiri di jembatan sejak pagi, berharap ada kabar baik. Hingga jelang sore, mereka enggan beranjak, tetap memandangi laut yang belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan Arif.
laporan: Alyakin
