Dishub Baubau Tertibkan Parkir Usaha, Basecamp Siapkan Lahan Khusus

0
Dishub Baubau Tertibkan Parkir Usaha, Basecamp Siapkan Lahan Khusus
👁️ 28 dibaca
Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau, LM. Takdir.

Baubau,madingsultra.com  — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau mulai melakukan penertiban parkir terhadap pelaku usaha, khususnya kedai kopi yang belum menyediakan lahan parkir memadai.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau, LM. Takdir, menegaskan, langkah penataan ini bukan untuk menghambat aktivitas usaha.

“Pemerintah tetap mendorong UMKM tumbuh, namun harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata LM. Takdir ketika dikonfirmasi madingsultra.com di kantor wali kota Baubau, Sabtu, (2/5/2026).

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah kedai kopi yang telah memenuhi syarat, namun masih ada yang belum menyediakan lahan parkir sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan memicu kecelakaan.

Pihaknya telah memanggil dan meninjau langsung lokasi usaha yang menjadi perhatian. Dari hasil evaluasi, pelaku usaha Coffeeshop Basecamp melakukan perbaikan

Usaha tersebut kemudian dinilai lebih kooperatif karena pengelola telah menyiapkan lahan parkir dengan menyewa satu lokasi khusus, sehingga tidak lagi dikenakan teguran.

Ke depan, Dishub Baubau berencana kembali memanggil pelaku usaha lain yang belum menyediakan lahan parkir. Upaya ini dilakukan guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan keselamatan lalu lintas.

Owner Coffeeshop Basecamp, Muhammad Syardilan Kube

Sementara itu, Owner Coffeeshop Basecamp, Muhammad Syardilan Kube mengakui, bahwa selama ini aktivitas parkir pengunjung masih memanfaatkan bahu hingga badan jalan, terutama saat jam operasional.

“Kami memang salah karena menggunakan bahu dan badan jalan dari jam 8 pagi sampai 12 malam. Tapi dari segi kelancaran lalu lintas, menurut kami tidak terlalu mengganggu,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, pada malam hari pihaknya menugaskan petugas khusus untuk mengatur kendaraan pengunjung agar tidak mengganggu arus lalu lintas, tanpa pungutan biaya.

“Kalau malam, ada yang ditugaskan khusus mengatur kendaraan, mulai selesai Isya sampai tutup, supaya tidak sampai masuk ke badan jalan,” jelasnya.

Terkait surat teguran dari Dishub, Syahrdilan menyebut telah menerima dua kali surat peringatan terkait larangan penggunaan badan jalan sebagai area parkir.

Sebagai tindak lanjut, manajemen Basecamp sebenarnya telah menyiapkan lahan parkir sejak 2025 dengan sistem sewa 5 tahun. Namun, keterbatasan anggaran membuat lahan tersebut belum dapat dimanfaatkan sebagai area parkir, karena masih perlu dilakukan pengecoran atau perkerasan (rabat) terlebih dahulu.

“Kami sudah siapkan lahan sewa sejak tahun lalu, tapi terkendala eksekusi anggaran. Untuk penataan parkir ini memang butuh sekitar Rp50 juta,”ungkapnya.

Lahan yang disewa berukuran 12 x 30 meter dan direncanakan dapat mengakomodasi kendaraan, khususnya mobil yang selama ini memakan ruang cukup besar di badan jalan.

Selain itu, Ia berencana menambah lahan parkir dengan sistem sewa lahan yang tidak jauh dari area Basecamp sehingga dapat menampung 5 hingga 6 unit mobil.

“Kami menargetkan bulan Juni, itu sudah bisa digunakan,” katanya.

Penyediaan lahan parkir diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam ramai seperti malam minggu. Coffeeshop Basecamp sendiri berdiri sejak 2022 dengan jumlah pekerja saat ini sekitar 10 orang.

Berdasarkan data internal basecamp, jumlah kendaraan pengunjung pada malam Minggu mencapai sekitar 50 unit sepeda motor dan 5 hingga 6 mobil. Sementara pada siang hari, jumlah kendaraan relatif lebih sedikit, yakni sekitar 10 motor dan 1 hingga 2 mobil.

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *