Bulog Perkuat Stabilitas Pangan di Kepton, Stok Aman Jelang Nataru 2026

0
Bulog Perkuat Stabilitas Pangan di Kepton, Stok Aman Jelang Nataru 2026
👁️ 63 dibaca
Pimpinan Perum Bulog Cabang Baubau, Hendra Dionisius. (Foto:Alyakin)

Baubau,madingsultra.com — Perum Bulog Cabang Baubau dibwah kepemimpinan, Hendra Dionisius terus memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Ketersediaan stok beras,minyak dan gula dipastikan tetap aman.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Baubau, Hendra Dionisius, mengatakan bahwa hari ini (Kamis-Red)  stok pangan dari gudang Bulog di Kendari, Kolaka, Unaha, dan Bombana tengah dalam proses pengiriman menuju Gudang Bulog Baubau dan stok yang tersimpan sekitar 2.000 ton beras medium atau cadangan pemerintah, 60 ribu liter minyak goreng, dan 10 ton gula pasir.

“Jadi kami bisa pastikan stok ini aman sampai awal tahun 2026.” ungkap Pimpinan Perum Bulog Cabang Baubau, Hendra Dionisius ketika di temuai madingsultra.com di ruang kerjanya, Kamis (27/11/2025).

Minggu ini, pihaknya telah menyalurkan bantuan beras pangan pada 43 kelurahan di Kota Baubau. Penyaluran tersebut merupakan program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus membantu mendekatkan akses pangan kepada warga.

Disamping itu, Bulog melaksanakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras melalui tujuh jalur penyaluran, termasuk outlet Rumah Pangan Kita (RPK), gerakan pangan murah bersama TNI–Polri, operasi pasar pemerintah daerah, serta distribusi kepada para pengecer pasar. Program SPHP terus berlangsung hingga akhir 2025.

Lebih lanjut dikatakan, untuk harga beras SPHP dijual dari gudang dengan harga Rp11.000 per liter sedangkang penjualan di RPK maksimal Rp12.500. Olehnya itu, seluruh pelaksana SPHP untuk tidak membuka kemasan beras agar tidak disalahgunakan, termasuk praktik oplos.

“Kami minta seluruh pedagang yang saat ini menjual beras SPHP agar jangan menjual diatas Rp 12.500 rupiah. Karena ada ancaman pidananya bila ditemukan jika melanggar aturan tersebut. Kalau dari Bulog sendiri hanya bisa memberi sanksi administratif, kalau pidana kita serahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).” tegasnya.

Kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) rutin menggelar rapat setiap bulan di Kantor Wali Kota Baubau. Pada Jumat lalu, setelah rapat, TPID memutuskan untuk menggelar pangan murah selama tiga hari. Tak sampai disini, pihaknya akan kembali melaksanakan gerakan pangan murah atau Operasi pasar dengan Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bulog Cabang Baubau intens melakukan pengawasan terhadap para pedagang di pasar. Bahkan, tim Bulog Baubau juga melakukan inspeksi secara mandiri untuk memantau perkembangan harga komoditas pangan penting di Kota Baubau. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kalau dari Bulog sendiri melaksanakan sidak mandiri maupun bersama-sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Hari ini, kami baru melakukan kegiatan sidak bersama TPID dan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Baubau.” katanya.

Ia mengakui bahwa pada awal tahun harga komoditas biasanya mulai bergerak liar atau cenderung naik. Karena itu, Bulog menggelar pangan murah atau operasi pasar, baik bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun menggelar pasar murah secara mandiri.

“Gerakan mandiri itu kami sebut sebagai gerakan underwood,bisanya dilaksanakan di Kotamara maupun di kelurahan atau kecamatan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi ini dalam rangka mendekatkan akses pangan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang ada di bagian pinggiran, yang agak jauh dari lokasi pasar,” katanya.

Selain Kota Baubau, Ia menambahkan, Bulog Cabang Baubau juga melayani Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi dalam penyelenggaraan Gerakan Pasar Murah (GPM). Khusus di Wakatobi, Bulog mendapat dukungan TNI untuk mendistribusikan beras SPHP ke Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

“Mereka biasanya (TNI-Red) membawa beras di Kepulauan itu sebanyak 1-2 ton perminggu. Nah ini juga sangat membantu sekali, kegiatan distribusi beras SPHP,” katanya.

Ia menilai bahwa program MBG serta kedatangan tiga batalyon teritorial pembangunan di wilayah Kepton membuat permintaan masyarakat semakin meningkat. Karena itu, Bulog meningkatkan pelayanan dan menambah jumlah stok untuk mengakomodasi kebutuhan pangan, khususnya beras.

Untuk mengantisipasi agar stok pangan tidak berkurang, Ia menjelaskan bahwa Bulog menerapkan sistem minimum stock requirement, yakni menjaga ketersediaan stok minimal untuk enam bulan ke depan. Saat ini, di wilayah Sulawesi Tenggara tersedia sekitar 78 ribu ton stok beras.

“Itu stok yang sangat besar, bahkan cukup 2 sampai 3 tahun penyaluran sebenarnya, kalau hanya untuk progam SPHP dan bantuan pangan. Makanya masyarakat di wilayah jazirah Kepton tidak perlu kwatir karena Bulog akan memastikan suplai beras kepada masyarakat tetap akan terpenuhi.” katanya.

Kedepannya, pihaknya akan terus melaksanakan GPM maupun operasi pasar, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini akan dilakukan langsung di lapangan maupun pada titik-titik yang telah ditentukan, termasuk rencana pelaksanaan di depan Kantor Bulog.

“kita juga berharap kegiatan kegiatan pertanian terus dimasifkan agar produksinya meningkat sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat yang setiap tahunnya juga semakin besar” tandasnya.

Laporan: Alyakin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *