Gus Imin Beberkan 3 Strategi Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia


Jakarta,Madingsultra.com — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Gus Imin memaparkan tiga strategi utama pengentasan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan selesai pada akhir 2026. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Gus Imin menjelaskan bahwa strategi pertama pemerintah adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
“Semua yang bersifat fasilitas dan infrastruktur yang bisa diberikan oleh pemerintah, semaksimal mungkin dilakukan,” ujar Gus Imin dikutip dari beritasatu.com Sabtu (4/10/2025).
Upaya ini meliputi pengendalian inflasi, stabilisasi harga pangan, penyediaan fasilitas pendidikan murah, transportasi memadai, dan biaya kesehatan terjangkau.
Strategi kedua berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat dengan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
“Setelah lapangan pekerjaan terbuka, para calon pekerja harus menyiapkan diri dengan skill,” tambahnya.
Sementara itu, strategi ketiga adalah menghapus kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan perumahan vertikal, perbaikan transportasi, dan pengembangan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Khusus di Nusa Tenggara Timur, kita akan fokus membangun daerah 3T sebagai bagian dari upaya mengatasi kantong-kantong kemiskinan,” kata Gus Imin.
Ia menegaskan, pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem turun hingga 0 persen pada akhir 2026, sejalan dengan visi Presiden Prabowo mewujudkan kesejahteraan merata di seluruh Indonesia.
“Pencanangan target penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah 0% pada 2026 akhir,” tegasnya. (adm)
